Headline Hari ini

Tampilkan postingan dengan label Cerita Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Remaja. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA

Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA merupakan ungkapan selamat hari ibu  yang akan diperingati besok tanggal 22 desember tak hanya itu aneka remaja memberikan sebuah Puisi Hari Ibu yang khusu untuk anda semua silakan baca dech Cerpen Hari Ibu ini



Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA


Malam begini aku masih termenung sendiri di ujung kamar. Terbayang dengan semua yang telah terjadi hari ini dan hari yang telah kulewati sebelumnya. Semua sungguh membuatku frustasi. Yaa…hari ini aku baru saja putus cinta. Dengan terpaksa aku harus melepas dirinya.

Dialah Aga. Salah satu seniorku di fakultas kedokteran. Aku memang mahasiswa baru tahun ini. Aga adalah seniorku yang berbeda 1 tahun. Beruntung sekali aku bisa menembus fakultas kedokteran yang memang selama ini aku impikan. Tapi masalah yang baru saja menimpaku seperti telah merenggut semua kebahagiaanku dan keberuntunganku itu.

Tak terasa air mata menetes deras di kedua pipiku. Aku menangis karena aku teringat akan semua kenangan-kenangan yang telah kulalui bersama Aga. Aga yang aku sayangi, Aga yang aku cintai kini telah membuatku patah hati dengan keputusannya untuk mengakhiri hubungan kami yang sudah berjalan hampir 1 tahun ini. Padahal selama ini aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuknya.

“Tok..tok..tok. Mbak Cit, dipanggil bunda suruh makan”. Pembantu di rumahku mbak Sri telah membuyarkan lamunanku.
“Iya mbak. Sebentar !”aku menjawabnya.
Dengan segera kuseka air mataku yang telah menetes itu agar bunda tidak bertanya-tanya. Namun usaha yang telah aku coba ternyata sia-sia. Mataku membengkak besar. Membentuk garis hitam di bawah mata. Akhirnya tak kuhiraukan apa yang terjadi dengan mataku ini. Toh Bunda sebenarnya juga sudah mengetahui ini semua.

Aku menuruni anak tangga dengan lesu. Bunda yang sedari tadi sudah menunggu di meja makan melihatku seperti merasa prihatin dengan keadaanku hari ini.

“Nduk, makan dulu gitu lo. Jangan nangis ae. Kalo liat kamu gini bunda ya jadi ikut sedih to” kata Bunda ketika aku sudah sampai di tepi meja makan.
“Iya Bun. Ini juga mau makan” kataku pada Bunda seraya mencoba sedikit tersenyum.

Acara makan itu pun selesai. Dan aku sesegera mungkin kembali ke kamar mencoba menenangkan hati. Porsi makanku hari ini berbeda dari hari biasanya. Aku hanya makan 7 sendok saja. Itupun sudah membuat aku kenyang. Bunda hanya menggelengkan kepala melihatku.

Di kamar pikiranku semakin kacau. Kuputuskan saja untuk tidur sejenak. Barangkali setelah bangun tidur pikiranku ini sedikit lebih tenang. Aku pun tertidur pulas hingga tengah malam. Dan saat aku bangun aku seperti orang yang hilang pikiran. Aku hanya menatap langit-langit kamar dan pikiranku masih terbayang dengan Aga. Tak terasa air mataku menetes lagi. Aku tak kuasa untuk menahannya hingga akhirnya pagi pun menjelang.

Bunda membuka pintu kamarku untuk membangunkanku. Aku pun terbangun dan aku tak bisa menyembunyikan lagi apa yang terjadi denganku tadi malam. Mataku benar-benar terlihat membengkak sekali.
“nduk kamu habis nangis lagi ya ?” tanya Bunda.

Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA bagaimana menurut kalian..??/ bagus gak..?? hehhe selamat hari Ibu Ya sahabat aneka remaja..!!

“hah ? oooh .. mmm..” aku mencoba untuk menutupi semuanya dari Bunda. Aku bingung harus menjawab apa. Aku tidak mau membuat bunda jadi terus kepikiran karenaku.

“wes to nduuuk. Nggak usah bohongin Bunda. Bunda tau kok kalo kamu semaleman pasti nangis. Tuh keliatan kantung matanya.” kata Bunda.

“Ih… Bunda sok tau ah. Hehehe”

“Sama orangtua nggak boleh bohong. Hayo kemarin pasti kamu nangis lagi ya ? Jujur aja. Hehehe”. Bunda tetap saja yakin jika aku nangis lagi semalaman. Walaupun aku mencoba untuk menutupi tapi tetap saja tidak bisa. Aku pun akhirnya mengakui.

“iya nih Bun.” Aku berkata sambil mengucek-ngucek mataku.

“Naah kan. Bunda nggak bisa dibohongin. Dikira bunda nggak pernah apa ngerasain kayak kamu ?! Bunda juga pernah muda kali cit ! Hehehe. Oh iya cit, nanti mau ikut Bunda nggak ?”

“Kemana bun ??”

“Yaaa… pokoknya ntar ikut bunda aja deh. Kamu pasti bakalan ngerasain hal yang beda dari sekarang. Hehehe.”

“Aduuuh.. Mau kemana sih Bun ?? Bikin penasaran aja deh. Uh !”

“Yaa liat aja ntar cit. Yaudah kamu mau apa nggak ikut Bunda ?”

“Mmm… Gimana ya Bun ?! Yaudah deh ikut aja. Daripada mati penasaran anakmu ini. Hahaha”

“Huuss ! Nggak boleh ngomong gitu nduk.”

“Eh iya Bun. Hehehe”

“Yaudah cepetan siap-siap. Lebih cepat lebih baik. Kayak katanya pak Jusuf Kalla. Hehehe”. Bunda sedikit memberikan lelucon kepadaku. Mungkin biar aku sedikit bisa melupakan masalah ini kali ya.

“Oke bunda sayaaaang !”

***

“Bun, sebenarnya ini mau kemana sih ?! Daritadi Cuma muter-muter doank. Keburu penasaran niih !”

“Sabar dikit kenapa sih nak. Bentar lagi juga mau nyampe kok.”

Aku sedikit sebal sama Bunda. Hampir satu jam lamanya kami berada di mobil dan kami masih saja belum sampai di tempat yang dimaksud Bunda itu.

Aku hanya terdiam melihat jalanan lewat kaca jendela. Ketika aku melihat jalanan aku jadi teringat akan sesuatu. Astaga ! Ini kan jalan yang pernah aku lewatin sama Aga ketika pertama kali kita ngedate.

“Nggak ! aku nggak boleh nangis. Pokoknya nggak boleh nangis ! Malu dong sama bunda” pikirku sambil melirik Bunda yang sedang konsentrasi menyetir mobil.

Semakin jauh perjalanan itu, semakin aku teringat dengan semua kenanganku dan Aga. Aku tidak bisa menahan pedasnya mataku ini. Dan akhirnya aku pun menangis lagi.

“Loh cit.. Kok jadi nangis ??. Sabar donk sayang. Nanti juga nyampe. Tenang aja”

“Bukan gara-gara kelamaan Bun !”

“Terus gara-gara apa ?? Cerita donk !”

Aku cuma menggeleng-gelengan kepala mengisyaratkan bahwa aku tidak mau untuk bercerita.

“Tuh kaan ! Sama bunda sendiri kok nggak mau cerita sih ?!!”
Aku masih saja menggeleng-gelengkan kepala. Dan sepertinya Bunda sudah capek bertanya padaku. Akhirnya bunda diam membiarkanku menangis sendiri di sampingnya.

Kacaunya pikiranku ditambah sepinya dalam mobil membuatku akhirnya tertidur sebentar. Bunda tetap saja membiarkanku terlelap dalam tangis. Dan ketika aku terbangun aku sudah dihadapkan pada sebuah tempat. Tempat yang sunguh indah dan tenang sekali. Terlihat jelas dihadapanku di hadapanku sawah yang terlihat hijau kekuning-kuningan menandakan sawah tersebut siap untuk dipanen, terlebih lagi di ujung sana terlihat bukit-bukit yang penuh dengan pepohonan hijau ditambah banyak sekali gubuk-gubuk di tengah sawah dan sungai kecil yang mengalir dengan tenang. Aku pun yang berada di dalam mobil langsung bergegas keluar untuk merasakan indahnya tempat itu. Aku sendiri masih belum tahu ini sebenarnya tempat apa. Saat aku sudah berada di luar mobil aku masih melihat bunda duduk di kursi sopir dan tersenyum kepadaku. Tak lama kemudian Bunda keluar juga dari mobilnya dan menghampiriku.

“Gimana tempatnya ? Bagus ?”

“Iya Bun. Bagus. Baguuus banget. Tempatnya tenang. Aku suka Bun tempat ini.”

Bunda kembali tersenyum padaku dan menarik tanganku.

“Mau kemana lagi Bun ?”

“Udaah.. nurut aja sama Bunda”

Akhirnya kuikuti kemana perginya Bunda. Aku tak ingin terlalu lama untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin Bunda tunjukkan padaku sedari tadi.

Sekian lama berjalan melewati hamparan sawah nan hijau kekuning-kuningan itu Bunda akhirnya berhenti di depan sebuah gubuk kecil berbentuk segiempat dimana kita bisa melihat ke segala arah areal sawah itu. Bunda duduk di gubuk itu sambil menikmati pemandangan.

“Bun, ini namanya tempat apa sih ? Kok aku baru tau ada tempat seindah dan setenang ini ya”
Bunda hanya tersenyum sambil masih melihat hamparan sawah di depannya.

“Loh kok cuma senyum sih Bun. Ini namanya apa sih ? Tuh kan ! Selalu bikin penasaran.”

Bunda masih saja tersenyum.

“Bun daritadi senyam senyum mulu ah. Ditanyain anaknya ini tempat apa juga.”

Akhirnya Bunda pun berkata
“Ini namanya di bawah kolong langit”.

“hah ? Maksudnya Bun ? Aku nggak ngerti deh.”
Bunda tersenyum lagi.

“Bunda mau cerita sama kamu Cit.”

“Cerita apa ?”

“Kamu tahu kenapa Bunda ngajak kamu ke tempat ini ? Kamu tahu kenapa tadi kita cuma muter-muter di jalan sampe akhirnya kamu protes ke Bunda ?”

“Enggak Bun. Emangnya kenapa ?”

“Disaat umurmu yang sudah bertambah dewasa ini Bunda pengen kasi tau kamu 1 hal tentang hidup cit. Hidup itu penuh dengan suka dan duka. Dan kamu mungkin saat ini sedang merasakan duka di hidup ini. Masalah cinta. Itu wajar kok. Bunda juga pernah mengalami seperti itu. Tapi yang Bunda sedikit merasa kepikiran adalah ketika kamu terus-terusan larut dalam kenangan. Bunda tahu perasaan itu. Memang sulit untuk kita melupakan semua kenangan-kenangan indah itu. Mungkin sekarang kamu bertanya-tanya mengapa Aga tega nyakitin perasaanmu padahal kamu udah berusaha menjadi yang terbaik untuknya. Kamu tahu nggak kunci dalam hidup ini adalah sabar dan ikhlas. Kalo pengen sabar dan ikhlas jangan pernah menghitung seberapa besar yang sudah dikorbankan.”

Aku hanya bisa terdiam dengan kata-kata Bunda. Tapi Bunda mungkin sudah tahu apa yang ada dalam pikiranku hingga dia membiarkan aku sejenak untuk memikirkan kata-kata itu.

“Dan satu hal yang perlu kamu tahu, hidupmu bukan cuma sampai sini aja. Masih panjang nak jalan hidupmu. Kalo mau nangis, nangis aja nggak apa-apa. Nggak usah ditahan. Tumpahin semuanya sekarang.”

Ternyata memang benar. Aku pun akhirnya menumpahkan semua air mataku saat itu juga di bawah kolong langit. Aku benar-benar telah dibuka pikiranku oleh Bunda. Aku baru menyadari kalo terus-terusan nangis nggak akan nyelesaiin masalah. Justru akan membuatku selalu teringat-ingat tentang Aga.

***

Hari pun tak terasa sudah semakin sore. Aku dan Bunda akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke rumah. Keceriaan sudah mulai nampak padaku. Yaaa.. walopun belum semuanya. Tapi itu sudah cukup membuat Bunda senang melihat perubahanku ini.
Di dalam mobil aku berfikir. Aku nggak nyesel kok pernah ketemu Aga. Aku juga nggak nyesel pernah jadi bagian dari Aga. Justru dengan ini aku telah mendapatkan 1 pelajaran hidup untuk kedepan yaitu menjadi orang sabar dan ikhlas seperti kata Bunda itu.

THE END :)

Kumpulan Cerpen Hari Ibu ini bagaimana ya..?? hemm,, cintailah ibumu sebagaimana dia menyangimu, karena surga ada di telapak kaki ibu 
READ MORE - Kumpulan Cerpen Hari Ibu : NASIHAT BUNDA

Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan - Pliis... berubah buat gue

Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan - Pliis... berubah buat gue ini kiriman sari penulis kita yang sagat rajin ngrim cerpen di Blog Remaja Indonesia shella niyyaka Cerpen Ini berbau Cerpen cinta, cerpen remaja yang berujung Cerpen sedih wahhhh tapi bisa di bilang Cerpen Romantis Lhooo Pokoknya ajib dech cerpennya

Cewek imut menggemaskan dan menjadi idaman para cowok di kampus itu, biasa di panggil ayu. Sedangkan cowok cakep dan berbadan atletis yang menjadi dambaan cewek-cewek, biasa di panggil dion. Ayu dan dion adalah sepasang kekasih yang kurang lebih 5 bulan berjalan. Jarang ada masalah yang muncul antara mereka, kecuali dari cewek-cewek dan cowok-cowok yang menyukai keduanya. Memang berat, ditambah ayu yang berpenampilan tomboy dan sangat menyukai sepak bola, sampek2 dia mengikuti kegiatan itu di kampusnya dengan dion.


Seperti biasa kampus ayu berlawanan dengan kampus lain untuk uji kepandaian bermain sepak bola, dan kebetulan kampus ayu mengirim 1 tim dan ada perempuannya yaitu ayu sebagai pemain cadangan. 1 babak sudah berlangsung dengan skor 0 0, akhirnya ayu di masukkan untuk mengganti pemain yang sedang cidera. Pemain kampus lain itu pun tercengang kaget tak percaya melihat pemain cadangan itu ternyata cewek cantik dan imut itu. Babak ke 2 dimulai, ayu berkonsentrasi saat bermain sepak bola itu, bahkan dia merencanakan sesuatu yang termasuk jitu itu dengan dion, kekasihnya. Waktu berjalan dan ayu memerintahkan dion untuk melaksanakan idenya tadi dengan mata isyarat, rencana itu diselesaikan dengan agak ragu tetapi pasti, dan tak di sangka pula berhasil ayu mencetak gol. Dengan sangat bahagia dan tak sadar pula ia memeluk dion.


“ye… berhasil dion, taktik kita jitu”
Dion yang dipeluk pun hanya diam dan tersenyum senang, dan siapa yang menyangka pula dion tiba-tiba memegang kepala ayu dan mengecup bibir ayu lumayan lama. Ayu melepas dengan paksa dan menampakkan muka merah tanda dia tak menyangka.
PLLLAAKKKK…!!!! (ayu menampar dion)


“anjing lo ion, gw gak suka sama cara lo, kita pertahanin kampus, bukan gitu caranya” selesai berkata seperti itu, ayu segera pergi dari arena dan menuju mobil hendak pulang..
Ayu mengemudi mobil itu dengan kencangnya, di dalam fikirannya adalah malu, dan gak nyangka, dion yang ia kenal sangatlah sopan dan menjaganya saat di publik. Sekarang, dion itu telah berubah menjadi dion yang sangat ambisius dan agresif. Ayu membiarkan handphonenya bordering beberapa kali, ‘mungkin dion yang dari tadi menelepon, biarin lah lagi bt gw’ pikirnya. Mungkin ada 20 an panggilan tak terjawab dan sekitar 15 sms masuk yang intinya sama.


“ayu sayang, jangan marah ya, maafin aku. Aku janji gak akan ulangin lagi, pliiss.. aku cinta sama kamu yu, kamu jangan git ya.. kamu dimana sekarang, jangan ngebut2 mengendarai mobilnya, aku khawatir sama kamu sayang” itu bunyi sms dari dion, yang memang dion sudah tahu kebiasaan ayu kalau lagi marah2 pasti mengendarai mobilnya kelewat batas.


“gw ada di t4 yg tenang. Gw kcewa sama lo ion, gak nyangka gw”
Dion membaca sms itu dan segera menuju t4 itu, dion sudah tahu tempat yang ayu maksud, karena ayu sering ke tempat itu untuk menenangkan dirinya, kali ini dion benar-benar menyesal. Dia tak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Ayu mengetahui kedatangan dion, mungkin ayu sedang enggan bertemu seseorang jadi ia terpaksa pergi dari situ dan mencari kakaknya yang biasanya siang-siang begini di sebuah restaurant, benar saja firasat ayu, ia berbicara panjang lebar tentang dion kepada kakak laki-lakinya itu.


“gw gak suka cara dia kayak gini kak, lebih baik gw cari lagi aja” ketus ayu pedas yang memang ayu kalau sudah marah susah sembuhnya.
“tapi kakak tw klok lu masih sayang bahkan sayang banget sama dion, gak bisa lu pungkiri lagi yu,, ya udah lu lakuin aja apa yang terbaik buat lu dan dion, jgn tergesa-gesa ambil kesimpulannya. Kakak mau balik kekantor”


“gak asyik lu kak, gw lg bt gini lu malah pergi, ya udah sana. Gw mw pergi mungkin jg lama, n jgn cari gw, gw jamin baik-baik ajaa” ayu pergi, dalam fikiran dia ingin pergi sejauh mungkin untuk hal yang menurut dion hanya sepele, tapi itu menurut ayu sangat mempermalukan dirinya, atau mngkin ayu pergi dan tak kembali ke rumahnya. Ia ingin menenangkan dirinya untuk sementara waktu atau bahkan lama.

***


2 tahun berlalu begitu singkat rupanya, ayu berniat kembali ke rumah asalnya bersama kakak tersayangnya, dan yang pasti kembali untuk kekaasihnya, penampilan ayu pun berubah 100%, dari yang tomboy menjadi feminism, bahkan sangat feminism, dari jalan bahkan dari berperilaku sangat berbeda dari yang dulu, rupanya dia telah banyak belajar selama 2 tahun itu, ia pertama kali ke kampus hanya untu menemui dion. Ayu sudah membayangkan, pasti dion senang dia kembali lagi, dan bakal seperti dulu lagi.


Kampus ada didepan mata, tapi siapa yang menyangka saat ayu ingin menyapa dion, ternyata disebelah dion ada cewek bahkan sedang menggandeng tangan dion.
“ini siapa ion..?”
“oh, ini… anu yu.. cewek baru gw”
Duarrrrrr!!!!!!!
Semua berjalan tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan ayu,, ternyata cinta yang selama ini ayu jaga tak ada hasil yang menggembirakan.
“tega lo ion, gw dah jaga cinta ini, gw dah rela berubah bwt gw, gw pergi dan menghindar dari lo, bukan berarti gw balikin cinta ini, gw pengen lo berubah. Tapi mana buktinya, lo emang bener-bener tega ion.. TEGAAA…!!!!!”


“maafin gw yu, gw pikir sia-sia gw nyimpan rasa cinta gw ke lu”
Dalam cekcok yang bisa dikatakan mengharukan, cewek disebelah dion pun buka mulut juga.
“maksud kalian apa, siapa cewek itu ion..???”
Dion yang ditanya begitu pun jadi tambah bingung, ia hanya bisa diam tertunduk, mungkin cewek itu mengerti kalau ternyata dia telah mengganggu hubungan orang lain, tanpa banyak kata, cewek itu pergi dari hadapan dion dan ayu.


Sementara itu, ayu mendekati dion, dan menggenggam jemari dion.
“ion, gw sayang sama lo, gw berharap lo mw brubah buat gw..?”
“asal lo mw nunggu gw bakal siram cinta gw sendiri buat lo yu”
“makasih ion”

TAMAT…..

Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan ini sangat bagus banget yaa... hemmm jangan Lupa krim cerpen dengan puisi mu dianeka remaja,, moga postingan kali ini bisa menghibur anda ,,, salam aneka remaja
READ MORE - Cerpen Tentang Cinta Bertepuk Sebelah Tangan - Pliis... berubah buat gue

Kumpulan Cerita Pendek Remaja : Arti Sebuah Pilihan

Kumpulan Cerita Pendek Remaja : Arti Sebuah Pilihan karya seoran penulis muda yang sangat berbakat , tulisan ini sangat menyentuh banget  namanya Kiyoshi Toriyama kayak ana - nama jepang ya.. heheh, jadi ingat Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU  keren baget lhooo,,, so Yuk mari baca

Kumpulan Cerita Pendek Remaja : Arti Sebuah Pilihan




“Mamaaaaa.......Mamaaa.....jangan pergi Maaaa......tunggu lyla !!”. Dengan tersentak, lyla tersadarkan dari mimpi nya. Jantungnya berdetak dengan cepatnya. Ya dalam beberapa hari belakangan ini wajah mama nya sering sekali muncul mimpi nya itu. “ huufft!! ohh.....ternyata hanya mimpi” pikirnya dalam hati. Keringat tampak mulai membasahi kening lyla. Dia hanya termenung, Nampak sekali ada kesedihan yang cukup mendalam, sejak lyla di tinggalkan oleh mama nya tercinta beberapa tahun yang lalu. Setelah mama nya meninggal kehidupan nya berubah drastis. Sedangkan papa nya setelah perusahaan tempat kerjanya bangkrut kini menjadi pengagguran dan sering mabuk-mabukkan dan menjadi orang yang pemarah. Sering kali pula lyla bertengkar dengan papa nya itu. Lyla merupakan anak tunggal dalam keluarga nya. Jadi tampak jelas betapa sepi nya hidup lyla. “Maaa...kenapa sih harus tinggalin lyla sendiri?? lyla kangen banget ma Mama, lyla ingin sekali ketemu maaaa


!!”tanya lyla dalam hati. Airmatanya tampak membasahi kedua bola mata indah yang mulai berkaca – kaca itu. “Hiks...hiks...kenapa mama begitu cepat ninggalin lyla sih??. lyla kembali termenung tak habis pikir. Pikiran nya sangat kacau malam ini karena hampir setiap hari selalu bertengkar dengan papa nya, akibat kebiasaan mabuk nya itu.


Sesaat kemudian ia pun membaringkan kembali tubuhnya di tempat tidur. “besok aku ada janji sama rino. Aku harus cepat - cepat tidur dan bangun pagi-pagi”. Semoga esok pagi ada khabar gembira buat ku”. Pikir lyla dengan penuh harap. Tangan nya kemudian mengusap airmata yang tersisa di pipi nya. Sesaat kemudian lyla sudah kembali tertidur lelap. Meskipun pikirannya masih menerawang jauh di antara kegelapan malam.

********

“Duk,,duk,,duk,,duk”. Suara keras dari balik pintu membangunkan lyla dari tidur nya. Dari balik jendela tampak sinar matahari sudah mulai muncul. lyla lalu mengusap mata nya yang masih mengantuk. Sesaat kemudian terdengar lagi suara gedoran dari balik pintu di ikuti suara kasar. “duk..duk..duk. Lil buka pintunya!! papah mau bicara sama kamu!!. bentak papah dari balik pintu.
“cepetan buka pintu nya!! atau papa dobrak nih!”kata papa yang sudah mulai mengeluarkan kata – kata ancaman. Lyla segera membenahi pakaiannya. Sebelum membuka pintu, lyla menarik nafas dalam-dalam supaya pikirannya tenang sejenak.


Lalu pintu itu terbuka. Dari balik pintu terlihat wajah papa yang tampak marah sekali. Nafasnya mengendus-endus tanda emosinya sudah memuncak. “kamu sengaja Yaa tidak membukakan pintu kamar!! Kamu mau melawan papa Haaahh!!. bentak papa pada lyla sambil tangan kanan nya yang mulai terangkat.


“Tampar aja Pah! Lyla dah siap kok” kalau papah masih belum puas dengan yang semalam” jawab lyla dengan lantang. Matanya dengan tajam menatap papa nya yang kian emosi mendengar jawaban dari lyla.


“Papa butuh uang buat beli minuman!” bentak papa. Tangannya kemudian di turunkannya kembali. “Lyla lagi ga punya uang pah. Lagian....kan kemarin-kemarin uang baru aja lyla kasih ke papa”. Jawab lyla sedikit menahan emosinya karena sudah capek bertengkar dengan papa nya setiap saat.
“Udah habis,” jawabnya singkat.


“Jangan bohong kamu !!Cepetannnn! Mana duitnya!”. Bentak papa lagi yang sudah sangat tidak sabar.
“ Beneran nggak ada pah! Periksa aja dompet dan kamar lyla kalau ngak percaya !!” sambil tangan lyla menadahkan tangannya mempersilahkan papa nya memeriksa kamar lyla. Papanya lalu mendorong tubuh lyla dan masuk ke dalam kamarnya. Segala benda-benda yang dia temukan segera di lemparnya begitu saja. Dalam sekejap kamar itu pun menjadi berantakan tak beraturan. Lyla hanya terdiam melihat tingkah laku papa nya itu. Lyla mencoba untuk menahan airmatanya yang mulai keluar. Hati nya terasa sakit sekali melihat papa nya yang tak seperti dulu lagi.
“Mana dompet kamu!!” tanya papa dengan kesalnya.


“ itu di atas meja belajar lyla” jawab lyla singkat saja. Papa langsung beranjak dari tempat tidur menuju meja yang di tunjuk oleh lyla. Di ambilnya dompet itu, semua isinya dia keluarkan. Didalam nya hanya di temukan selembar uang 10 ribuan saja.


“ Cuma segini aja!! jangan bohong kamu!. Mana yang lainya berikan pada papa !!” dengan nada penuh ancaman ke lyla. Lyla hanya menggelengkan kepalanya tanpa berkata sepatah kata pun. “awas yaa...!! kalau papa temukan selain ini tau rasa kamu! Jawabnya singkat sambil matanya terus memperhatikan seluruh kamar lyla. Tak berapa lama pun akhirnya dia pergi begitu saja meninggalkan lyla seorang diri. Seketika itu pun airmata turun dengan derasnya membasahi kedua pipi lyla. Tubuhnya terasa lemas sekali dan akhirnya terjatuh. Lyla duduk bersandarkan titian di tempat tidur, dengan pikiran yang kacau.


“ Maaaa....huuu...huuu..huu.. sampai kapan harus seperti ini terus.” Lyla udah nggak tahan lagi maaa..” jawab lyla dengan suara surau nya. Tapi hanya angin sepi yang berhembus menghampirinya.

********


Suasana taman siang ini keliatan sepi sekali. Padahal hari ini adalah hari minggu, tidak seperti biasanya. “ mungkin karena cuaca mendung kali yaa? Jadi sepi gini” pikir lyla yang terduduk di antara bangku taman. Mata nya menatap ke sana ke mari. Tampaknya dia menunggu seseorang. Ya lyla kebetulan siang ini ada janji dengan rino kekasihnya itu bertemu di taman. Tanpa sadar lyla terlarut dalam lamunan panjang. Entah apa yang dipikirkannya, hanya dia yang tahu. Dan “ Heyyy....melamun aja” diikuti rasa terkejut nya lyla yang tersadar dari lamunannya.


“ kamu mengagetkan aja rin...kemana saja kamu baru jam segini datang!! “ tanya lyla pada rino. “ sory tadi ada urusan kantor bentar....oh ya kamu sudah makan belum lil? Tanya rino mengubah topik pembicaraan. Wajah nya terlihat serius sesekali terkadang tersenyum pada lyla.
“ Ga rin...aku ga lapar” jawab lyla dengan suara berat. Wajah nya menunjukkan suasana yang sedang mengalami permasalahan yang amat sangat.


Tiba – tiba tangan rino memegang tangan lyla. Di eratnya tangan yang mungil dan lembut itu. “ kamu pasti habis bertengkar lagi dengan papa mu ya? Kamu yang sabar yaa....mungkin Tuhan sedang memberikan ujian buat kamu...pada akhirnya nanti pun Dia akan memberikan jalan yang terbaik buat kamu Lil” wajah lyla hanya tertunduk mendengar nasehat dari rino. Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut nya. Rino terus menatap lyla dengan penuh senyum berharap sang kekasihnya menemukan kembali semangatnya yang hampir habis.


Beberapa saat keduanya hanya bisa terdiam. Lalu rino mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah amplop berwarna coklat dia sodorkan kepada lyla. “ nih ambil kalau kamu butuh” jawab rino. Lyla hanya tertegun melihatnya, lalu di terima nya amplop itu dengan kedua tangannya. “ maafkan aku rin kalau sudah merepotkan kamu...aku janji kok kalau sudah punya uang pasti aku ganti “ jawab lyla. Rino hanya mengangguk sambil tersenyum.


“ udah ga usah di pikirin cara bayarnya...kapan – kapan aja ga apa – apa kok, lagian aku juga ikhlas ngasih nya ke kamu”
Tampak binar mata nya memandang wajah rino dengan pekat. Senyum dan kesedihan menjadi satu dalam diri lyla. Di satu sisi ia merasa tak enak hati karena telah merepotkan kekasihna itu, tetapi di lain sisi ia tak punya pilihan lagi.
“ heyy...kenapa diam!!” tangan lembut rino menepuk bahu lyla dan matanya memandang lyla penuh senyum.


“ sekali lagi terima kasih ya rin. Aku janji kalau sudah punya uang akan ku bayar segera”. Setelah itu kedua insan manusia yang sedang di mabuk asmara itu hanya terdiam membisu menemani awan yg kian gelap. Dan hari pun semakin sore.

**********

“Dari mana saja kamu!!” wajah nya tampak penuh amarah memandang lyla. Lyla hanya menoleh sebentar lalu tampak acuh membiarkan begitu saja sesosok pria separuh baya yang adalah papa nya sendiri dan lalu melangkah menuju kamarnya.
Melihat tingkah laku lyla membuat amarahnya semakin memuncak di hampiri nya anak semata wayangnya itu, lalu tiba – tiba.


“ awww....sakit pah!!! di tariknya rambut lyla yang panjang sebahu itu dengan kuat oleh si papa. Lyla hanya bisa meringis menahan sakit. Lalu di ambilnya dengan paksa tas lyla.
Wajah nya berubah gembira saat ia menemukan sebuah amplop berisi uang pemberian rino dari dalam tas lyla.


Dengan sekejap lyla langsung menghampiri sang ayah tercinta dan berusaha merebut nya kembali. Dan “plakkkk” sebuah tamparan yang kuat mengenai pipi lyla. Lyla terjatuh, akan tetapi tangannya masih sempat meraih kaki sang papa untuk menahan nya yang hendak pergi.
“jangan pa itu lyla pinjam dari rino” pinta lyla dengan sangat.


“perduli setan!! Mo dari rino kek, dari siapa kek papa ga perduli” jawab papa dengan lantang.
“ hahaha akhir nya malam ini papa bisa minum sepuasnya”
“pah... jangan di ambil pah!!! itu buat kehidupan kita sehari – hari !!”
Lyla memegang erat kaki papa nya dan memohon dengan sangat. Memohon agar papa lyla mengurungkan niatnya itu. Akan tetapi, dengan tanpa pikir panjang lalu di dorongnya tubuh lyla hingga akhirnya ia tersungkur ke lantai.


“ kamu sama saja dengan mama mu itu, lebih baik kamu susul saja mama mu itu ke akherat!!!”
dengan tawa nya yang keras akhirnya ia pergi begitu saja meninggalkan lyla. Akhirnya ia pun menangis. Dan ia tak bisa menahan emosi lagi dan “ papah jahattttt!!!!” teriak lyla dengan sekuat tenaga di ikuti keheningan malam yang datang.


********


Telepon di rumah rino tiba – tiba saja berdering, saat itu ia sudah mulai akan beranjak tidur. Lalu segera di angkatnya telp itu.
“ rin.....ini aku lyla” jawab lyla dengan suara yang berat.
“ooo kamu lil.......tumben malam – malam telp? Kamu kenapa lil ada masalah lagi dengan papa mu ya?” simpati rino mendengar suara yang tidak biasa nya dari lyla.
“ ga kok rin aku baik – baik aja, kamu tak usah khawatirkan aku.” jelas lyla, tetapi dalam hati tetap saja rino perduli dengan kekasihnya itu.


Keduanya sempat terdiam beberapa saat sebelum akhirnya lyla kembali membuka pembicaraan.
“rin.... terima kasih banyak yach karena selama ini, jika aku selalu punya masalah kamu pasti selalu suport aku. Aku nggak tau lagi harus ngomong apa lagi ke kamu selain kata – kata ini” jawab lyla yang sedari tadi airmata nya telah membasahi kedua mata indah nya.
“kamu bicara apa sich lil? Aku jujur nggak mengerti maksud kamu?” rino tampak bertanya – tanya dalam hati.


“ nggak kok rin....aku cuma pengen ngomong aja ke kamu” sambil menahan tangis dan kesedihan yg di alami saat ini.

Suara lyla tampak terbata – bata mengucapkan kata – kata yang membuat rino menjadi heran ada apa gerangan dengan sang kekasih hati nya itu. Suasana kembali hening saat keduanya hanya terdiam tanpa sepatah kata pun.
“ rin....aku....aku...sayang kamu...” tiba – tiba telepon langsung terputus begitu rino mendengar kata – kata sayang yang terucap dari mulut lyla.
Di cobanya kembali untuk menelpon balik tetapi tidak ada jawaban, tampaknya telp lyla telah non aktif. Rino jadi berfikir – pikir sendiri tentang lyla. Rasa khawatir dan cemas seakan menghantui perasaannya.
“ rin... maafkan aku yach” ucap lyla dalam hati saat menutup telp itu.

*******

Udara dingin mulai menyelimuti pagi ini. Dari kejauhan tampak sesosok tubuh yang berjalan gontai menuju rumah lyla. Ya dia adalah papa nya lyla yang sedari malam tidak pulang, tampak berjalan dalam keadaan mabuk berat. Dia berjalan memasuki rumah itu tanpa berkata apapun. Matanya sayu berusaha menuju pintu kamar lyla.


“ duk...duk..duk..lil buka pintu nya!!!” seperti biasa kata-kata kasar sesekali keluar dari mulutnya.
Tetapi tidak ada jawaban dari dalam.
“lil!!! bukaaa!!!” suaranya mulai meninggi.
Emosinya seketika timbul, di buka nya pintu itu dengan sangat keras hingga menimbulkan suara “brakkk” akhirnya pintu terbuka. Suasana kamar gelap sekali.


“Lil dimana kamu !!jangan sembunyi jawabbb !” teriak papa saat memasuki kamar lyla. Dan tiba-tiba......raut wajah nya berubah seketika, sorot mata nya tertuju pada sudut ruangan. Disitu terlihat sesosok tubuh yang tergeletak lemas hampir tak bernyawa. Ia mendekati nya dengan perlahan di pandanginya sesosok tubuh itu yang ternyata adalah lyla putri satu-satu nya itu. Seketika emosi yang tadi nya memuncak berubah, badannya kelihatan kegetaran dan tak bisa bergerak sedikit pun.


“ li....lil....lyla” jawabnya dengan suara terbata-bata. Terduduk lah ia sambil memegang tangan dan wajah putrinya itu.
Sambil meneteskan airmata “ Lil ! Lil ! Bangun Lil.... Ini papa !!” di gerak – gerakkannya tubuh lyla tapi tidak ada jawaban.
Sekujur tubuh lyla bersimbah dengan darah yang keluar dari lengan tangan kirinya. Darah segar mengalir membasahi lantai kamar.
“li...lil.....bangun lil... Jangan pergi...” pinta papa dengan suara bergetar.




“ akhhhhhhhhhh...” di pukulnya lantai kamar beberapa kali sebagai tanda sebuah penyesalan yang amat sangat.
“ papa yang salah lil !! papa yang salah !!....seharusnya....seharusnya....” sesal nya tanpa bisa menjelaskan lebih panjang. Di benamkan wajahnya ke tubuh lyla, terdengar suarta tangis tiada henti di ucapkannya.
“ lil !! bangun lil !! jangan Tinggalkan Papa mu ini sendirian !!” tak habis – habisnya ia berkata tak karuan.


Tiba – tiba sesosok bayangan bergerak memegang nya. Papa lyla tampak kaget begitu tahu bahwa ternyata tangan lyla membelai rambutnya. Di lihatnya wajah lyla yang tengah sekarat itu terlihat tersenyum kepadanya. Antara senang dan sedih yang bercampur menjadi satu di dibelai nya wajah lyla.



“pa......pa........papah.....ga.....salah...kok” terucap kata – kata surau dari mulut lyla. Matanya hanya bisa memandangi wajah papa nya dengan tersenyum.
“ li.....li....lyla......kangen......sama.....mama”li....lyla.....ingin.....ketemu......sa...sama.....mama....pah”
jawab lyla dengan suara terbata – bata.
“ iya lil....papa yang salah...semua karena salah papa....”
“Ngg.....nggak.....pa....pa....papa....nggak.....salah kok”


“papa.....adalah....orang....yang....penuh tanggung jawab.....pada mama....dan juga....lyla”. Lyla......mau.....papa......seperti...du...dulu....lagi”.
Dengan mata yang berbinar-binar sambil memegang erat tangan lyla “ lil !! papa janji....mulai hari ini papa akan berubah !!! ya berubah demi kamu putri kecil ku !!”


“ I....iya.....lyla....percaya kok” jawab lyla yang terlihat pucat. “ iya papa janji !!! papa janji !! kita mulai lagi kehidupan ini dari awal yach”. Mulai besok ! Papa akan cari kerja, buat menghidupi kebutuhan sehari-hari kita lil !!”.



Lyla hanya tersenyum mendengar perkataan dari sang papa. Sesekali airmatanya mengalir membasahi pipinya. Lyla terlihat sangat bahagia melihat perubahan drastis dari papa nya itu. Ia sekan melihat sesosok pria yang ia kenal dulu sebelum mama nya meninggal.
“ pah...ja..jaga......diri....papa....baik-baik....yach..” seketika suara lyla terhenti, kesadarannya tiba – tiba hilang, tangan yang sedari tadi memegang pun lemas seketika.
“ Tidakkkkkkkkkkkkkkkk......lylaaaaaaaa !!!!!”

*******




“rin....rin...ini aku maya !!!!” jawab maya dengan tergesa -gesa.
“ada apa may ?? kok keliatan nya penting banget sampai pagi-pagi telp aku” jawab rino dengan terheran – heran.
“lil.....lyla rin !! lyla rin !!” hanya itu kata-kata yang terucap dari maya.
“ lyla kenapa may ?? jawab yang jelas dunk” jawab rino menjadi penasaran apa yang terjadi.
“lyla......lyla meninggal rin !! lyla meninggal !! jelas maya pada rino.


Bagai petir menyambar tubuh nya di pagi hari. Rino tak kuasa menahan gejolak dalam diri nya. Tubuhnya langsung lemas mendengar perkataan dari maya. Telp yang di pegangnya sedari tadi terlepas menghempas lantai. Kekhawatiran yang menjadi kenyataan, ia pun langsung terduduk di lantai di ikuti tangis dan sebuah penyesalan yang amat dalam mendengar berita kematian lyla.
“Rin ! Rin ! Kamu tidak apa – apa kan ? “ tanya maya berulang – ulang kali di balik telp.


Segera di ambilnya telp itu “ aku nggak apa – apa kok may...” kali ini suara rino terdengar surau tanda ia sangat terpukul sekali dengan apa yang menimpa diri nya.
Dengan bergegas segera ia menuju rumah lyla di temani oleh maya yang juga menjadi teman baik nya dan lyla.

******




Suasana pemakaman sedikit demi sedikit mulai di tinggal kan oleh para pelayat yang sedari tadi ikut menemani. Cuaca terlihat mendung tanda bahwa sebentar lagi akan datang hujan.
“ rin..... aku tunggu di mobil ya !! kamu yang tabah..... mungkin tuhan punya jalan sendiri buat lyla. Semoga ia tenang di alam sana” jelas maya memberi semangat pada rino.
“ iya may.... makasih ya” jawab rino.


Setelah itu maya meninggalkan rino seorang diri. Didekati nya gundukan tanah yang masih merah dan di taburi bunga itu. Terlihat papa lyla duduk dengan tangan memegang erat batu nisan yang tertulis nama lyla.


Rino mendekatinya dan duduk berada di samping pria separuh baya itu. “ oom....rino turut berduka cita atas meninngalnya lyla”. Lyla orang yang tegar dalam menghadapi masalah dan rino sangat sayang sekali sama lyla”. Rino ikut sedih atas kematian lyla” jelas rino dengan suara lirih.
Papa nya lyla pun menoleh dengan di ikuti senyuman ke arah rino. Di tepuk nya pundak rino dengan tangannya.


“ sama – sama nak rin.....lyla pasti juga sangat sayang sama kamu “. seharusnya oom yang berada di dalam kuburan ini bukan lyla....hiks...hiksss...” sesal nya sambil memegang erat batu nisan itu.
Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari saku kemeja hitam nya itu. “ ini kata -kata terakhir yang sepertinya di tulis oleh lyla sebelum meninggal, mungkin ini di tujukan buat kamu rin.....terimalah”.


Di serahkannya sepucuk kertas putih itu kepada rino. Sesaat kemudian ia berdiri dan melangkahkan diri meninggalkan rino, tampak dari kejauhan suara isak tangis nya terdengar tiada henti.

******



Titik – titik air sedikit demi sedikit jatuh ke atas bumi. Nampak nya hujan akan segera turun. Rino masih saja terpaku dengan kenyataan ini, di pandangi nya batu nisan itu oleh rino, di peganginya erat - erat. Terkadang ia pun mencium nya sesekali. “ seandai nya malam itu aku ada di sana.....aku.....aku pasti tidak akan biarkan hal ini terjadi lil !!” sebuah ungkapan dalam hati yang terucap dari mulut rino.
Lalu di bukanya sepucuk kertas yang di berikan oleh papa lyla kepadanya itu dan ia pun membacanya.

“dear rino....maafkan aku yach kalau aku tidak bisa menjadi yang terbaik buat kamu. Kamu pasti marah atas tindakan yang aku lakukan ini. Tapi !! tapi !! aku nggak punya pilihan lain rin. Aku sudah bosan dengan kehidupan ku ini. Aku ingin sekali bisa bebas!! lepas layaknya merpati putih di angkasa. Aku ingin menjadi seperti malaikat yang tak pernah mempunyai beban sama sekali. Meskipun aku tahu bahwa tindakan yang aku lakukan ini mungkin salah menurut mu. 

Rin....selama ini kamu telah banyak membantu aku, di saat aku sedih dan di saat aku senang kamu selalu berada di sisiku. Aku senang sekali rin, kamu sudah memberikan warna dalam dunia ku.....mudah – mudahan kamu mau memaafkan aku. Jujur dalam hati ku, aku sayang sekali sama kamu. Kamu jaga diri baik – baik yach. Mungkin suatu saat nanti kita akan di pertemukan kembali. Yaaaa....suatu saat nanti, dan aku pasti akan menunggu hari itu tiba !!”. luv lyla.


Bergetar hati rino membaca surat itu. Airmata nya menetes membasahi kertas itu. Dengan sekejap di peluknya gundukan tanah tempat bersemayamnya lyla. Di genggamnya erat – erat, seakan – akan lyla lah yang ia dekap.
“ lil.....bodoh kamu....hiks...hiks....kenapa kamu lakukan hal bodoh ini !!”. kamu pasti sadar bahwa perbuatan mu ini tidak akan menyelesaikan permasalahan yang kamu hadapi.... benar kan lil !!” sesal rino dengan tangan memukul – mukulkan ke tanah.


“ percuma aku menangis.... percuma aku menyesali ini semua....semua ini tidak akan mengembalikan kamu lagi”
“lil aku janji !! aku juga akan menunggu hari itu..... dan sampai kapan pun cinta ku ini tak akan pernah pudar”


“ yaaa....semoga kamu tenang di alam sana” rino mengakhiri pembicaraannya dan berdiri perlahan meninggalkan lyla seorang diri di lubang yang gelap itu. Dan akhirna hujan pun turun mengiringi kepergian rino. End

Kumpulan Cerita Pendek Remaja : Arti Sebuah Pilihan ini sangat menyentuh banget ya,, moga menjadi inspirasi dalam mengambil keputusan anda, so jangan lupa kirim karya-karya kamu di Aneka remaja !!!
READ MORE - Kumpulan Cerita Pendek Remaja : Arti Sebuah Pilihan

Kumpulan Cerpen Remaja : Pacar Boongan

Kumpulan Cerpen Remaja : Pacar Boongan dah lam ne gak apdet tentang cerpen cinta cerita ini tenyang pacara bohongan bisa dibilang sebuah cerpen remaja yang sangat menarik , cerita ini sewaktu ia masih duduk di bangku SMAwahhh penasaran gak dengan cerpen ini ?? silakan dibaca dechhh

Kumpulan Cerpen Remaja PACAR BOONGAN 


      “Pokoknya sebelum kamu lulus SMA tahun ini,kamu harus segera punya pacar”kata mamah tegas pada Ega.

      “ahh…mamah,nggak bisa gitu dong,,Egakan sebentar lagi ujian,masa Ega harus nyari cowo dalam waktu sesingkat itu..lagian Ega belum mau pacaran maa…”Kata Ega balik tegas sama mamahnya,udah berulang kali mamah Ega meminta Ega untuk mencari Pacar,karena Umur Ega sudah cukup Matang untuk mendapatkan seorang Pacar,tapi Ega nggak pernah mau,karena bagi dia,Pacaran bukan suatu hal yang penting,bagi Ega pacaran saat ini juga belum merupakan kewajibannya,ia masih ingin merasakan masa-masa sendirinya tanpa diribetin sama urusan yang namanya cowo.

      Ega bingung harus ngasih pengertian sama mamahnya dengan cara apa,nggak jarang juga mamah Ega menggretak Ega”kalau kamu nggak bisa bawain pacar disaat kamu lulus tahun ini,mamah akan jodohin kamu sama Rafli…”Ega bner ogah sama yang namanya dijodoh-jodohin,apa lagi sama orang se-trouble Rafli,yang bisanya nyusahin dan nyari masalah..
      “Liat nanti aja deh maa…”Kata Ega langsung ngeloyor pergi


      “Ega,,,mama belum selesai ngomong sama kamu..”Kata mamah stengah berteriak.
                    ***
      “gue bingung ko,harus ngasih tau nyokab dengan cara apa lagi,nyokab slalu maksa gue buat nyari pacar,padahal cari pacar sekarang nggak penting…”Kata Ega curhat pada Diko,sahabatnya
      Diko merapatkan dirinya ke dekat Ega”Gue tahu prasaan lo ga,mungkin nyokab lo nggak mau lo terlalu lama sendiri,apa lagi lo dari dulu belom pernah punya pacarkan,jadi wajar kali nyokab lo nyuruh lo buat nyari pacar,umur lokan udah 17tahun”Jelas Diko panjang lebar.
      “Tapi nggak logis ah,ko,cara nyokab gue nyuruh begitu,gue belum mau pacaran kenapa harus dipaksa-paksain gitu..”Kata Ega

      “hmm..nyokab lo takut lo nggak laku kali..”Kata Diko spontan,seketika bikin Ega lirik sinis kearahnya.

      “hah…sejelek itukah gue?separah itukah?sampai nyokab takut gue nggak laku kalau gue nggak pacaran sekarang”Kata Ega berapi-api”nanti kalau ada saatnya gue juga pasti nyari pacar,,tapi nggak sekarang,lagian umur gue juga masih 17tahun,masih muda kali….”
      “ya..sorry,,,”Kata Diko,tiba-tiba ide cemerlang terlintas dipikiran Diko”Ga,,gue ada ide nih…”


      “Apa ko??”Kemudian Diko membisikkan sesuatu pada Ega”Hah??Pacar boongan?”
      “Iya…”Diko mengangguk mantap”lo nggak mau pacaran dulukan?tapi lo mau nyokab lo berhenti maksa-maksain lo kan?itu cara yang jitu ga,,,didepan nyokab lo pura-pura pcaran sama dia,tapi dibelakang nyokab lo,lo tetep tmenan…”


      “wah,boleh tuh ide lo,,tapi siapa yang mau jadi korbannya?”tanaya Ega bingung.
      “iya juga ya…”Diko ikut berpikir,seketika Ega melirik Diko dengan senyum dengan gerakan muka mengisyaratkan gue tahu”kenapa lo liatin gue gitu?”
      “hehehe,,,gue tahu orangnya siapa…”Kta Ega
      “Siapa Ga?”Tanya diko penasaran
      “Elo…”spontan Ega menunjuk Diko
      “Gue??knapa harus gue?”tanay Diko bingung


      “Karena Cuma lo yang bisa bantuin gue..”Kata Ega tersenyum puas”maukan lo,jadi pacar boongan gue?”
      Diko menggaruk kepalanya,bingung,akhirnya..”Yaudah deh,gue mau…”
      “ahh Diko,,thanks ya,emang Pacar boongan gue yang terbaik…”Kata Ega reflek memeluk Diko,”uhmhzz..maaf…”
      “ya,nggak apa-apa..”Kata Diko senyum
      “Yaudah,jangan lupa ya nanti kerumah gue,lo nanti bakal gue kenalin sama nyokab gue,,jangan lupa ya sayang…”kata Ega langsung ngeloyor Pergi meninggalkan Diko.
                    ***
     
 Siang hari,Diko dan Ega pulang bersama


      Saat sampai dirumah,terlihat mamah yang sedang duduk diteras,Ega langsung berlari kecil dan menghampiri mamanya,dan diikuti Diko yang berada dibelakangnya
      “Maa..liat deh,Ega bawa Pacar Ega..”Kata Ega dengan senyum,mamahnya langsung bangkit dari duduknya.
      “ini Pacar kamu Ega?”Tanya mamah,danEga mengangguk mantap
      “oh ya kenalin maa,ini Diko..”Kta Ega ,memperkenalkan Diko.

      “siang tante,saya Diko..”Kata Diko sambil menyalimi mamahnya Ega Ramah,kemudian disambut Ramah oleh mamahnya Ega,lalu mamah Ega mempersilahkan keduanya duduk
      “ngomong-ngomong,kalian kapan jadian…?”Tanya mamahnya Ega membuka percakapan…
      “Ehmm…baru juga tadi tante”kata Diko sedikit gugup


      “oh,ehm..orang tua kamu kerja Dimana?”Tanya mamah Ega kembali
      “Kalau mamah di boutique didaerah Jakarta selatan,kalau papah jadi dokter gigi,di rumah sakit Medistra”Kata Diko mantap.
      “oh,,ehm..tante masuk dulu ya,mau minum apa?”
      “nggak usah repot-repot tante..”Kta Diko menolak Ramah

      “ah,tante nggak repot kok..yasudah tante buatkan minum dulu ya..”kata mamahnya Ega sabil berlalu.
      “Ga,nyokab lo baik banget yaa,,asikk bangett punya nyokab kaya begitu”kata Diko memuji mamahnya Ega,Diko begitu menikmati rumah Ega yang adem dan banyak tanaman anggrek.Ega tersentak kaget mendengar pengakuan Diko barusan.

      “hekk…lo bilang asik punya nyokab kaya gitu?heh,kalau nyokab gue asik,gue ga mungkin disuruh buat nyari pacar,sampai lo harus jadi korban pacar boongan gue”kata Ega panjang lebar.nggak lama mamahnya Ega kembali membawa tiga gelas sirup yang segar.
      “Silakan diminum Diko…”kata Mamahnya Ega ramah

      “aduh,tante jadi ngerepotin nihh….”Kata Diko berlaga malu(malu-malu tapi mau)
      “nggakk kok,diminum dong…”kata mamah Ega ramah sambil mengedarkan senyuman pada Diko dan Ega,lalu mamah Ega melirik jam tangannya”oya,tante jadi lupa,hari ini ada  arisan,tante tinggal dulu ya Diko…”nggak lama mamah Ega beranjak pergi,akhirnya Ega bisa terlepas dari adegan pura-pura mesranya bersama Diko,lalu Ega melirik Diko yang begitu menikmati duduk tepat disampingnya.


      “Dik,,uda nggak ada nyokab gue…”Ega mengingatkan Diko,Diko langsung melirik,dengan tatapan senyum nakal gue-udah-pw-neh,lalu Ega menatap Diko dengan mata Garang,dan siap melempar Diko bantal sofa”Lo pindah nggak,apa gue lempar…”Diko langsung loncat dan pindah ke bangku disampingnya,sesaat terjadii keheningan,nggak ada yang berbicara diantara keduanya.


      “rumah lo sepi banget,Ga…pada kemana?”Diko memecah keheningan,pertanyaannya begitu basi.
      “mana gue tahu,tadikan dirumah tinggal 1makhluk,yaitu nyokab gue yang pergi arisan,kalau yang lain nggak tau deh..”kata Ega santai,lalu mulut Diko membulat,kemudian terjadi kembali keheningan,sampai akhirnya suatu suara klakson mobil mengagetkan keduanya,Ega langsung berlari menuju pagar,dan membukakan pagar untuk seorang yang sedari tadi mengklakson mobilnya,yang ternyata itu kak.Egi yang pulang dari kuliah.


      “lo ngelamun ya,apa kuping lo kesumbat kapas,,gue dari tadi klakson mobil,lo kaga nongol-nongol…”kata kak.Egi kesal setelah memasukan mobilnya dalam garasi,lalu kak.Egi melirik Diko,dan Diko tersenyum”oh,jadi lo pacaran,jadi kaga kedengeran ,pantesan ajah..”
      “ett dah lo kak,siapa yang pacaran…”


      “udah,nggak usah ditutupin,akhirnya laku juga lo..hahaha…”kata kak.Egi meledek adiknya,nggak lama pluukk…..”adooww…”
      “makannya kalau ngomong dijaga,,,sembarangan banget lo ngomong,emangnya gue barang bekas apa…”kata Ega puas setelah menyerang kak.Egi dengan sandal high heels mamahnya,yang lumayan bisa bikin kepala memar*sadiiss*
      Diko yang melihat adegan ribut singkat antara kakak beradik itu hanya bisa terkekeh,lalu Ega kembali duduk di sofa teras bersama Diko

      “wah,parah lo,kakak lo sendiri ditimpuk bgituan..”Kata Diko
      Ega tertawa puas”hahaha..bodo,lagian tuh orang ngomong sembarangan,emangnya gue barang bekas yang nggak laku-laku apa…”

      “lah,emang iya kan…”Diko spontan,seketika mata garang Ega kembali terlihat,dan siap menimpuk Diko dengan high heels mamahnya yang sebelah,Diko pun tersenyum dan nyengir”PEACE…yakh,,bercanda kok…”


      Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 05.00,Dikopun pamit pulang,lalu Ega mengantarkannya sampai pagar”eh,jangan kapok ya,kalau main kerumah gue,,terutama sama nyokab,dan adegan rebut gue sama kak.Egi tadi”
      “iya,,tenang ajah,malah seru kali,ngelihat pertandingan langka gratis..hhe…”kata Diko yang mukanya telah berada dibalik helm,lalu Dikopun menancap gas motornya,kemudian Ega kembali kerumah.
                                          ***
      Udah hampir 3bulan Diko menyandang status sebagai pacar bohongan Ega,sejak itu juga kelakuan mamah pada Ega berubah,mamah jadi lebih perhatian sama Ega,mamah juga lebih sering tersenyum,apa yang dia lakukan selalu disertai senyuman,dan tak jarang juga Diko selalu diajak mahnya Ega untuk pergi jalan-jalan,ke arisannyapun Diko bersama Ega diajak,untuk menunjukkan pada rekan arisannya kalau Ega memiliki pacar,tapi untuk Ega ini sangat menyiksa,dia terpaksa membohongi mamahnya,demi bahagia mamahnya,dia juga ga mau selalu dipaksakan untuk segera memiliki pacar.


      Malam yang begitu tenang,semilir angin menemani kesendirian Ega yang tengah duduk merenung diteras,nggak lama tiba-tiba dia terpikir kelakuannya yang udah membohongi mamahnya,demi untuk membahagiakan mamahnya yang menginginkan dirinya memiliki pacar,laluEga mendongakkan kepalanya keatas langit,ia pun mulai curhat kepada bintang-bintang yang hanya Nampak sedikit dan tidak begitu terang”gue terkesan jahat banget sama mamah,udah bohongin mamah,tapi gue juga nggak mau buat mamah kecewa,gue juga ga mau dipaksain untuk memiliki pacar,gue belum mau pacaran,apa lagi kalau sampai dijodoh-jodohin,gue harus gimana???”tanpa terasa air mata Ega telah mengalir,rasa penyesalan memenuhi perasaannya.
      “kamu harus akhiri semua ini,Ega…”Ega tersentak kaget mendengar suara itu,suara itu amat dikenal Ega,saat Ega menoleh,rupanya suara itu,suara mamahnya


      “mamah…”Ega langsung menghapus airmatanya”sejak kapan mamah disini?”
      “sejak tadi,mamah udah mendengar semuanya sayang..”kata mamahnya menghampiri Ega,Egapun memeluk mamahnya


      “mah,,maafin Ega,ega udah bohong sama mamah,,Ega Cuma nggak mau mamah terus memaksa aku…”Egapun histeris dipelukan mamahnya


      “mamah tau sayang,maafin mamah udah egois sama kamu,harusnya mamah mengerti keinginan kamu,dan harusnya mamah bangga punya anak seperti kamu,dan tidak memaksakan kamu untuk memiliki pacar..”kata mamahnya Ega,suaranya terdengar bergetar,dan nggak lama,air matanyapun jatuh juga ,,merekapun berpelukan,nggak lama sebuah suara mengagetkan keduanya dan keduanya segera meepaskan pelukan dan menghapus air matanya.


      “Ega sayang,,,ayo malam mingguan…”kata Diko,lalu Egad an mamahnya tertawa geli,.Diko nggak ngerti,mengapa mereka jadi tertawa.
      “Diko,drama sudah berakhir…,kamu udah nggak perlu jadi pacar bohongannya Ega”kata mamahnya Ega yang masih menahan tawa,Diko jadi tertunduk malu,mukanya memerah menahan malu..-,- 
      ********************************************************************************
Kumpulan Cerpen Remaja : Pacar Boongan bagaimana menurut teman teman aneka remaja, wahhh keerrreen kana..??? lucu Juga kalo Mau Kumpulan cerpen remaja yang Laiinnya silakan bca artikel yang laiinnya yaa,,, Jangan lupa kirim karaya2 kamu disini,, insyaaalah akan di post dengan syarat kamu harus sabar
READ MORE - Kumpulan Cerpen Remaja : Pacar Boongan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Butuh Jasa Ini ?