Headline Hari ini

Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan

Penggunaan substr pada PHP

fungsi substr memiliki tiga buah argumen, tetapi argumen ketiga bersifat optional (ada, tidak). nilai balik berupa string yang diambil dari argumen string, dimulai  dari posisi awal sebanyak jumlah karakter. bila argumen ketiga tidak di ikut sertakan, string yang di hasilkan berupa string yang dimulai dari posisi awal argumen hingga karakter yang terakhir.

substr(string,awal,jumlah)

sample script

substr("internet",1,2) nilai balik adalah "nt"

nilai yang diberikan pada argumen kedua juga dapat berupa negatif (-). nilai negatif berarti bahwa string yang dihasilkan dihitung dari akhir string dari argumen pertama.
READ MORE - Penggunaan substr pada PHP

Penggunaan Fungsi rtim,Ltrim dan trim

Adakalanya diperlukan menghilangkan spasi putih didalm sebuah teks atau kontent yang kita miliki. didalam php telah tersedia beberapa fungsi yang dapat digunakan yaitu trim, rtrim, ltrim. Bentuk pemanggilan fungsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
ltrim(string)
trim(string)
trim(string)

Adapun nilai balik masing-masing fungsi adalah sebagai berikut:

ltrim menghasilkan string yang tidak lagi diawali dengan spasi putih.
rtim menghasilkan string yang tidak lagi diakhiri dengan spasi putih.
trim menghasilkan string yang tidak lagi diawali dan diakhiri spasi putih.

Sample script
ltrim ("  Bekerja")-> menghasilkan "Bekerja"
rtim(" Bekerja   ") ->menghasilkan " Bekerja"
trim("    Bekerja            ")-> menghasilkan "Bekerja"
pengunaan ini biasa digunakan didalam pembuatan login atau registrasi. dimana setiap isi yang dituliskan dapat diterjemahkan baik.
READ MORE - Penggunaan Fungsi rtim,Ltrim dan trim

Unlink PHP function

ita dapat menghapus berkas atau file pada folder atau URl. saya biasanya  menggunakan perintah ini bila saya ingin menghapus file pada folder image. dimana gambar yang saya upload dan simpan tidak masuk ke dalam database (BLOB) melainkan saya simpan kedalam folder yang telah saya sediakan sebelumnya. perintah PHP ini biasanya disebut unlink function. perintah ini akan bekerja hanya jika diizinkan untuk menulis pada file tersebut. tanpa ini perintah hapus tidak dapat berjalan. untuk dapat menghapus file tersebut gunakan perintah sebagai berikut :

unlink($path);

path adalah file yang akan dihapus misalnya data.jpg, data.txt, data.css dan lain-lain. sehingga kita perlu memberitahukan kepada fungsi Unlink bahwa path itulah yang menjadi acuan untuk dihapus.

$path="images/linda.jpg";
if(unlink($path)) echo "Deleted file ";

sedangkan penghapusan yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya sebagai berikut :

$path="http://domainname/file/red.jpg";
if(unlink($path)) echo "Deleted file ";


contoh perintah diatas akan memberikan pesan bahwa perintah ini tidak diijinkan. atau "unlink() [function.unlink]: HTTP does not allow unlinking. " untuk menghilangkan warning atau pesan kesalahan pada php kita juga bisa menggunakan add "@", sehingga pesan kesalahan yang ditampilkan akan bernilai false atau tidak muncul.

saya akan mencontohkan bagaimana fungsi Unlink dieksekusi menggunakan perintah if else, jadi  ketika file tidak dapat dihapus, maka proses tidak akan dijalankan.

$path="test.html";
if(@unlink($path)) {echo "Deleted file "; }
else{echo "File can't be deleted";}


sekarang kita sudah dapat menghapus file dengan menggunakan perintah Unlink pada PHP. untuk menggunakanya PHP4 atau yang lebih tinggi telah mendukung fungsi ini.
READ MORE - Unlink PHP function

PENGUNAAN FUNGSI idate

idate() merupakan fitur pada php 5 yang berfungsi sebagai informasi tanggal dan waktu. ini sama halnya pada php sebelumnya yang menggunakan fungsi tanggal dan waktu menggunakan fungsi date(). Bedanya saja idate hanya mendukung satu parameter saja.

Sample script


beberapa format yang digunakan dalam fungsi date :
B internet time
d - hari di bulan
h - format jam dalam hitungan 12
H - format jam dalam hitungan 24
i - Menit
I - returns 1 if DST (daylight saving time) is activated, 0 otherwise
L - returns 1 for leap year, 0 otherwise
m - bulan dalam nilai
s - detik
t - Days in current month
U - Seconds since the Unix Epoch (January 1 1970 00:00:00 GMT)
w - Day of the week (Sunday=0)
W - ISO-8601 week number of year (week starts on Monday)
y - Year (1 or 2 digits)
Y - Year (4 digits)
z - Day of the year
Z - Timezone offset in seconds
Sampel script

Result

2006
READ MORE - PENGUNAAN FUNGSI idate

MEMBUAT INPUT SEDERHANA DENGAN PHP&MYSQL

Sebelum kita masuk kedalam session ini ada beberapa yang perlu di persiapkan untuk dapat menjalankan sesi ini antara lain :
  • WEB SERVER LOCAL
Server local ini berfungsi untuk menjalankan program berbasis web php dan Mysql . Tanpa web server kita tidak dapat menjalankan aplikasi ini tentunya. Untuk mendapatkan web server local ini ada beberapa program free yang dapat di download seperti Xampp, PHPtriad dan Dwebpro. Pada artikel kali ini kita akan menggunakan xampp server.
  • DEVELOPMENT EDITOR
Untuk membuat script kita juga memerlukan program editor seperti Notepad++ editor, Macromedia Dreamweaver, Wordpad dll.

Sekarang setelah semuanya dipersiapkan yang mesti kita lakukanadalah menjalankan terlebih dahulu server local yaitu xampp pada dekstop atauC:\xampp (direktori default)\ xampp-control.exe, lalu start Apache dan Mysql dengan menekan button start.
Proses selanjutnya yaitu jalankan browser IE 6 atau mozilla dengan memasukkan alamat address http://localhost/phpmyadmin/ , jika berhasil dan menampilkan phpmyadmin maka webserver telah berjalan dengan baik. Sekarang masuk ke language pilih bahasa indonesia.




Gambar 1.0


  • Create database
Untuk memembuat sebuah database masukkan nama database pada kolom
ciptakan database baru. Misal DB_Baru.
  • Create Table
Lakukan pembuatan Tabel didalam database DB_Baru, dengan cara mengisikan
kolom Ciptakan tabel baru pada database.
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `table_penduduk` (
`ID` smallint(6) NOT NULL auto_increment,
`Nama` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`Alamat` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`Telp` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`Jk` varchar(5) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`ktp` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
PRIMARY KEY (`ID`)
)
ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=1 ;

Anda dapat memasukkan pada SQL tab code diatas atau anda bisa menciptakan table tersebut secara manual dengan fungsi create table pada kolom Ciptakan tabel baru pada database. Sekarang buka script editor seperti Macromedia dreamweaver atau notepad untuk membuat koneksi ke database. seperti yang terlihat pada script seperti dibawah ini :
$localserver =”llocalhost” ;//alamat browser mis: http://localhost
$dbname =”DB_Baru”;
$user =”root”;//userdefaultdatabase phpmyadmin
$pass =” ” ;// password default.



$kondb=@mysql_connect ($localserver,$user,$pass);
$DBXins=@mysql_select_db($dbname, $kondb);
//cek bila koneksi berjalan
If(!$DBXins){
echo "MAAF, DATABASE KONEKSI MENGALAMI KENDALA.";
}
?>


Sekarang simpan script diatas dengan nama koneksi.php. script diatas telah berhasil dibuat, selanjutnya membuat script untuk halaman interface atau halaman muka.

NAMA

JK



ALAMAT

TELP

NO KTP









kemudian simpan dengan nama Form_penduduk.php. nah selesai pekerjaan kedua... sekarang pertanyaannya bagaimana agar data yang diisi pada form oleh pengunjung bisa tersimpan ke dalam database???? untuk menjawab pertanyaan ini lihat script dibawah ini kemudian simpan dengan nama Simpanpenduduk.php.


include "koneksi.php";

//buat variabel dari kolom-kolom yang akan dikirim

$nama = $_POST["nama"];
$alamat =$_POST["almt"];
$telp =$_POST["telp"];
$jk=$_POST["jk"];
$ktp =$_POST["ktp"];

//kemudian Masukkan kedalam database dengan fungsi INSERT pada SQL
//buat variabel

$SimpanSql="INSERT INTO table_penduduk
VALUES ('', '$nama','$alamat','$telp','$jk','$ktp')";

$query=mysql_query($SimpanSql);

if($query) {

echo "Berhasil memasukkan data kedalam database";

}else{

echo "gagal memasukkan data kedalam database";

}
?>

Proses selanjutnya yang dilakukan adalah masuk ke IE Browser atau Mozilla Browser lalu ketikan http://localhos/nama_folder_anda/Form_penduduk.php. isi data yang diminta pada kolom form lalu klik tombol simpan. selanjutnya jika data berhasil tersimpan kita dapat melihatnya di halaman phpmyadmin. semoga berhasil...
READ MORE - MEMBUAT INPUT SEDERHANA DENGAN PHP&MYSQL

MENAMPILKAN DATA DARI DATABASE

Artikel kali ini akan dibahas mengenai cara menampilkan data dari dalam database. dimana data yang telah tersimpan dari proses input dapat ditampilkan hasilnya di sebuah halaman web.
Ada beberapa aturan logika yang digunakan untuk menampilkan data dari dalam database seperti :
1. While
Penggunaan perintah While sering kali digunakan untuk menampilkan data. proses ini akan berjalan jika sebuah kondisi yang diminta bernilai benar atau kondisi yang diminta ada.
2. Do while
Penggunaan ini sama dengan perintah perulangan dengan While tetapi proses ini akan berjalan didalam kondisi tertentu. bila kondisi yang di tentukan telah terpenuhi maka akan bernilai true.
3. For
penggunaan perulangan ini lebih berfokus pada sebuah nilai, yang biasanya nilai yang digunakan adalah bertipe number  contoh $i=0;
4. Foreach
perulangan dengan menggunakan array. pada perintah perulangan ini kondisi adalah berupa array.
Untuk dapat memahami dan untuk memperjelas bagaimana penggunaan perintah diatas kita memerlukan sebuah tabel seperti terlihat dibawah ini :
A. TABEL SISWA
--------------------------------------------------------------
ID | No. Induk | Nama
--------------------------------------------------------------
01 |  00010200PK2        |  Akmal Nainggolan
--------------------------------------------------------------
02 |  00010100PK2        |  T. Napitupulu
--------------------------------------------------------------
Result # 2

Script Sample :

$kon=mysql_connect('localhost','root',' ');
$dbkon=mysql_db_connect("DB_SISWA",$kon);

$query=mysql_query("SELECT * FROM SISWA ORDER BY ID ASC);  

While ($frow  = mysql_fetch_array($query))
{        

echo " DATA SISWA YANG DITAMPILKAN
";

echo $frow[0] ."
";

echo $frow[1] ."
";

echo $frow[2] ."
";

}
?>
READ MORE - MENAMPILKAN DATA DARI DATABASE

PHP.ini Variable

Ketika membuat sebuah script php yang menangani sebuah variabel yang mengacu pada permintaan dari sebuah form html misalnya. terkadang kita tidak mengerti apa dan bagaimana sebuah variabel yang direquest berasal. nah, disini saya tunjukkan bagaimana setting variabel dan datang nya darimana  variabel yang dikirim. maka, bisa kita lihat pada configurasi dibawah ini.
Register_globals=Off
Meski dalam tahap pengembangan sebaiknya directive ini tidak diaktifkan. Sebagai ganti untuk pengambilan nilai variabel gunakan superglobal.
variables_order="GPCS"
variables_order="EGPCS"  (php versi baru)
Untuk menetapkan urutan variabel-variabel yang diregister PHP, yaitu: $_GET, S_POST, SCOOKIE dan S_SERVER
Register_argc_argv=Off
jika ini diaktifkan maka  parameter-parameter URL akan mudah ditangkap.
Magic_quotes_gpc=Off
Directive in menangani data GPC dan sebaiknya tetap di-disable.sebagai ganti untuk menangani tanda kutip gunakan fungsi dedicated database atau fungsi addslashes()
Magic_quotes_runtime=Off
Directive ini berfungsi untuk menangani data yang digenerate saat runtime. Contohnya data dari SQL dan fungsi exec()
READ MORE - PHP.ini Variable

PHP 5 Session

Ketika kita bekerja dengan sebuah aplikasi, kemudian kita membuka dan kemudian menutup aplikasi tersebut hal ini seperti sebuah session. komputer dapat mengetahui siapa kita. ini diketahui ketika kita memulai dan menutup aplikasi berbasis web. tetapi ada satu problem yaitu pada webserver tidak mengetahui siapa kita dan dari mana kita berasal, ini dikarena pada alamat HTTP tidak dapat menyimpan posisi yang ada sebelumnya.

Pada PHP hal yang seperti kejadian sebelumnya dapat diselesaikan dimana seluruh informasi yang dilakukan pada server memungkinkan hal itu dapat tersimpan contoh username, daftar penjualan dan lain sebagainya. kita dapat menggunakan fungsi session yang terdapat pada PHP. bagaimanapun, informasi yang terdapat pada session hanya bersifat sementara dan akan dihapus ketika user meninggalkan website tersebut.

Session bersifat uniq dari setiap pengunjung. jadi seandainya pengunjung bernama "afdel" maka session yang di miliki afdel adalah 1 dan selanjutnya begitu. uniq id akan di kirim dan disimpan pada cookies atau pada URL.
A. Memulai PHP SESSION
Sebelum kamu dapat menyimpan informasi pada session yang ada di php, terlebih dahulu jalankan session. dengan menggunakan session_start().
Script Sample :




page display.........


script diatas akan mendaftarkan session dari pengguna ke server yang memungkinkan informasi tersimpan, dan menetapkan UID (uniq ID) session berdasarkan user tertentu.
B. MENYIMPAN VARIABEL SESSION

Cara yang benar untuk menyimpan dan mengambil variabel session adalah dengan menggunakan variabel $ _SESSION PHP :

Script Sample :
session_start();
// store session data
$_SESSION['views']=1;
?>


//retrieve session data
echo "Pageviews=". $_SESSION['views'];
?>



Output :
Pageviews=1

Sekarang kita akan mencoba membuat sebuah script php view-page counter sederhana. untuk script terlihat dibawah ini :

Script Sample :
session_start();

if(isset($_SESSION['views']))
$_SESSION['views']=$_SESSION['views']+1;
else
$_SESSION['views']=1;
echo "Views=". $_SESSION['views'];
?>

pada isset() function digunakan untuk memeriksa apakah variabel view telah di set kedalam nilai. misal view set bernilai 1. jika views telah diset, maka kita dapat melakukan increment dari counter. misal 1..2..3...4. dst. sedangkan jika views tidak ada sebelumnya, kita membuat sebuah variabel views dan mensetnya menjadi 1.
C. MENGHAPUS SESSION
Untuk menghapus sesi yang telah tersimpan dapat kita lakukan dengan menggunakan unset() atau session_destroy()

unset($_SESSION['views']);
?>
Atau menggunakan :
session_destroy();
?>
READ MORE - PHP 5 Session

PHP.ini pada Session & Cookie

Kebanyakan programmer pemula tidak menegtahui secara baik bagaimana  session dan cookie  yang lebih aman tentunya. pada php session dan cookiedapat di configurasikan sesuai kebutuhan. sekarang coba lihat konfigurasi sesuai kebutuhan anda, dengan menggunakan pengertian yang tertera dibawah ini.

session.save_path="C:\nama_folder"
Tentukan lokasi yang aman untuk menyimpan data session. Apabila platform sistem operasi mendukung shared memory, isikan mm.
session.use_cookie=1
Nilai 1 pada option ini menyatakan bahwa modul akan menggunakan cookie untuk menyimpan id session client.
session.use_only_cookies=1
Untuk mencegah  penyerangan melalui parameter URL ketika bekerja dengan session maka aktifkan option ini.
session.auto_start=0
Disarankan agartidak menjalankan session secara otomatis, tetapi menggunakan  session_start()
READ MORE - PHP.ini pada Session & Cookie

Configurasi PHP INI Untuk Error handling & logging

ada konsepnya semua error dapat di tangani sesuai dengan settingan anda di php dot ini. sekarang settingan nya bagaimana? baiklah, saya akan berikan configurasi error dan log pada PHP di PHP dot ini.
error_reporting=E_ALL
Sebaiknya dalam tahap pengembangan ataupun deployment  anda mengeset semua level error.
display_errors=Off
Sangat disarankan anda tidak menampilkan pesan error yang di-genenrate oleh php, kecuali pada saat pengembangan.
log_error=On
direktive ini menyatakan apakah error akan ditulis ke file log atau tidak, sebaiknya ini diaktifkan untuk mengganti pesan error di browser.
error_log="C:\tmp"
sesuaikan dengan lokasi file dimana log error akan ditulis, ini memudahkan kita saat mentrace error.
READ MORE - Configurasi PHP INI Untuk Error handling & logging

PHP.ini Pada Perfomansi

register_long_arrays=Off
Nilai Off pada option ini akan mengakibatkan superglobal lama ($HTTP_*_VARS) tidak dikenal.
expose_php=Off
Option ini mengijinkan kita untuk menulis PHP di file dengan ekstensi lain misalnya .html, .htm. Ini menjadikan kode bisa di eksekusi lebih cepat oleh server.
session.gc_divisor=1000
Option ini untuk menetapkan nilai pembagi, dimana GC (Garbage Collection) akan dijalankan tiap request.
output_buffering=4096
Untuk meningkatkan performa, gunakan buffering output dan tetapkan nilai buffer 4096 Bytes (4KB)
READ MORE - PHP.ini Pada Perfomansi

PHP.ini pada batasan akses

PHP dapat dikonfigurasikan sesuai kebutuhan seperti keamanan contohnya. namun seringkali ini diabaikan oleh beberapa programmer-programmer baru ataupun mahir sekalipun. sekarang coba kita lakukan konfigurasi seperti dibawah ini agar semua script yang berjalan sudah baik tentunya serta aman.

disable_function=exec,system,popen,pro_open, passthru,fsockopen,ftp_connect,dl_open,mail,phpinfo
Option ini digunakan untuk men-disable fungsi-fungsi PHP. Fungsi-fungsi diatas yang sensitif berpeluang digunakan sebagai sarana penyerangan.
disable_classes=NamaClass
Gunakan option ini untuk memproteksi class yang sifatnya sensitif. Cara mengisi nilainya seperti disable_function,tanda koma sebagai pemisah.
enable_dl=Off
Option ini mengijinkan ekstensi-ekstensi di-load saat runtime. Selain terkait masalah sekuriti, ini juga dapat mengurangi performa.
allow_url_fopen=Off
Jika option ini di-disable maka remote file tidak diijinkan. Artinya kita tidak akan bisa mengakses objek  URL sebagai file.
extension_dir="C:\php5-1\ext"
Tetapkan lokasi file-file ekstensi (library) secara permanen melalui option ini.
file_uploads=Off
Upload file ke server seringkali menimbulkan masalah dan disarankan agar klien tidak diijinkan mengupload file. Bisa diganti mengggunakan FTP client.
safo_mode=On
Safe mode merupakan solusi yang coba memecahkan masalah-masalah sekuriti shared server. Jika ini diaktifkan maka akses ke filfe-file sensitif akan diperiksa terlebih dahulu.
READ MORE - PHP.ini pada batasan akses

Protect Coding Dengan ByteRun

Artikel kali ini kita akan membahas mengenai Encoder atau dengan bahasa saya enkripsi source code yang telah kita create. Disaat kita mencreate atau membuat sebuah code pada PHP dalam membangun sebuah website baik yang bersifat corporate atau personal, terkadang kita menginginkan script atau code yang telah kita buat agar tidak terbaca oleh orang lain, Dalam artian source code kita tidak ingin dijadikan right to copy.:)


Untuk menangani hal ini kita tidak perlu binggung, kita dapat menggunakan layanan jasa sebuah situs yaitu http://www.byterun.com/, dimana situs ini menyediakan encoder/mesin enkripsi untuk source code PHP yang telah kita buat. untuk itu cara atau step untuk menggunakan encoder pada situs Byterun sebagai berikut :

1/ Silahkan mengkilik alamat ini http://www.byterun.com/

2/ Setelah terbuka halaman website tersebut, terdapat dua kolom inputan, dimana keduanya memiliki kegunaan masing2.

3/ yang pertama adalah permintaan login ID (Please enter LOGIN ID) sedangkan permintaan yang kedua digunakan meminta email anda (Your e-mail address).

4/ Pilihan pertama digunakan jika kita telah memiliki akses login atau Id login.

5/ Pilihan kedua digunakan untuk daftar user.

6/ misalkan kita belum memiliki akses login id yang diminta, kita tinggal memasukkan alamat email yang aktif pada inputan kedua. secara otomatis pihak byterun akan memberikan hak akses kepada anda, dengan mengirimkan user ke email yang telah kita masukkan sebelumnya. mesti harus kita ingat, waktu aktif untuk user ID atau login Id hanya diberikan selama 30 menit ( dapat dibaca didalam email kiriman).

7/ sekarang copy dan paste kan login id yang ada di email, misalkan disini login IDnya adalah Type LOGIN ID: QkdvY4NekUyWKbFx lalu masukkan kedalam inputan yang pertama tadi dan klik enter button.

8/ jika telah berhasil anda dapat menggunakan encoder dari online atau anda dapat mendownload beberapa fitur dari website tersebut.




Nah, sekarang kita tidak perlu repot lagi bagaimana untuk mengenkripsi source code yang kita miliki agar tidak menjadi right to copy. namun mesti perlu di ingat sebenarnya anda boleh melakukan ini boleh juga tidak, itu terserah anda, sebenarnya code PHP adalah free/bebas, tinggal bagaimana kita untuk mengartikan hal tersebut. terimakasih :)

READ MORE - Protect Coding Dengan ByteRun

Fungsi date_sunset()

Fungsi ini digunakan untuk memberikan informasi kapan waktu terbenamnya matahari yang informasinya disesuaikan lokasi dan hari setempat.

Sytax :

date_sunset(timestamp,format,latitude,longitude,zenith,gmt_offset)

Contoh kalkulasi terbenamnya matahari untuk Lisbon, Portugal :



//Latitude: 38.4 North

//Longitude: 9 West

//Zenith ~= 90

//offset: +1 GMT

echo("Date: " . date("D M d Y") . "
");

echo("Sunset time: ");

echo(date_sunset(time(),SUNFUNCS_RET_STRING,38.4,-9,90,1));

?>


Output :

Date: Tue Jan 24 2006

Sunset time: 18:44
READ MORE - Fungsi date_sunset()

Optimalisasi Berkas

Dalam menagani berkas php memiliki fungsi-fungsi yang dapat menghandle itu semua. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dibawah ini :

A.Closing a File

fungsi ini digunakan untuk menutup berkas yang terbuka.



B.Check End-of-File

fungsi feof() memeriksa jika berkas telah berakhir.

if (feof($file)) echo "End of file";

C. Reading a File line by line

untuk membaca berkas dari baris ke baris menggunakan fungsi fgets() ;


$file = fopen("welcome.txt", "r") or exit("Unable to open file!");

//Output a line of the file until the end is reached

while(!feof($file))

{

echo fgets($file). "
";

}

fclose($file);

?>

D.Reading a file Character by character

untuk membaca berkas karakter per karakter gunakan fungsi fgetc();


$file=fopen("welcome.txt","r") or exit("Unable to open file!");

while (!feof($file))

{

echo fgetc($file); //membaca file karakter demi karakter

}

fclose($file);

?>
READ MORE - Optimalisasi Berkas
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Butuh Jasa Ini ?