Headline Hari ini

Penggunaan substr pada PHP

fungsi substr memiliki tiga buah argumen, tetapi argumen ketiga bersifat optional (ada, tidak). nilai balik berupa string yang diambil dari argumen string, dimulai  dari posisi awal sebanyak jumlah karakter. bila argumen ketiga tidak di ikut sertakan, string yang di hasilkan berupa string yang dimulai dari posisi awal argumen hingga karakter yang terakhir.

substr(string,awal,jumlah)

sample script

substr("internet",1,2) nilai balik adalah "nt"

nilai yang diberikan pada argumen kedua juga dapat berupa negatif (-). nilai negatif berarti bahwa string yang dihasilkan dihitung dari akhir string dari argumen pertama.
READ MORE - Penggunaan substr pada PHP

Penggunaan Fungsi rtim,Ltrim dan trim

Adakalanya diperlukan menghilangkan spasi putih didalm sebuah teks atau kontent yang kita miliki. didalam php telah tersedia beberapa fungsi yang dapat digunakan yaitu trim, rtrim, ltrim. Bentuk pemanggilan fungsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
ltrim(string)
trim(string)
trim(string)

Adapun nilai balik masing-masing fungsi adalah sebagai berikut:

ltrim menghasilkan string yang tidak lagi diawali dengan spasi putih.
rtim menghasilkan string yang tidak lagi diakhiri dengan spasi putih.
trim menghasilkan string yang tidak lagi diawali dan diakhiri spasi putih.

Sample script
ltrim ("  Bekerja")-> menghasilkan "Bekerja"
rtim(" Bekerja   ") ->menghasilkan " Bekerja"
trim("    Bekerja            ")-> menghasilkan "Bekerja"
pengunaan ini biasa digunakan didalam pembuatan login atau registrasi. dimana setiap isi yang dituliskan dapat diterjemahkan baik.
READ MORE - Penggunaan Fungsi rtim,Ltrim dan trim

Unlink PHP function

ita dapat menghapus berkas atau file pada folder atau URl. saya biasanya  menggunakan perintah ini bila saya ingin menghapus file pada folder image. dimana gambar yang saya upload dan simpan tidak masuk ke dalam database (BLOB) melainkan saya simpan kedalam folder yang telah saya sediakan sebelumnya. perintah PHP ini biasanya disebut unlink function. perintah ini akan bekerja hanya jika diizinkan untuk menulis pada file tersebut. tanpa ini perintah hapus tidak dapat berjalan. untuk dapat menghapus file tersebut gunakan perintah sebagai berikut :

unlink($path);

path adalah file yang akan dihapus misalnya data.jpg, data.txt, data.css dan lain-lain. sehingga kita perlu memberitahukan kepada fungsi Unlink bahwa path itulah yang menjadi acuan untuk dihapus.

$path="images/linda.jpg";
if(unlink($path)) echo "Deleted file ";

sedangkan penghapusan yang tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya sebagai berikut :

$path="http://domainname/file/red.jpg";
if(unlink($path)) echo "Deleted file ";


contoh perintah diatas akan memberikan pesan bahwa perintah ini tidak diijinkan. atau "unlink() [function.unlink]: HTTP does not allow unlinking. " untuk menghilangkan warning atau pesan kesalahan pada php kita juga bisa menggunakan add "@", sehingga pesan kesalahan yang ditampilkan akan bernilai false atau tidak muncul.

saya akan mencontohkan bagaimana fungsi Unlink dieksekusi menggunakan perintah if else, jadi  ketika file tidak dapat dihapus, maka proses tidak akan dijalankan.

$path="test.html";
if(@unlink($path)) {echo "Deleted file "; }
else{echo "File can't be deleted";}


sekarang kita sudah dapat menghapus file dengan menggunakan perintah Unlink pada PHP. untuk menggunakanya PHP4 atau yang lebih tinggi telah mendukung fungsi ini.
READ MORE - Unlink PHP function

10 Menit dengan Xajax

Xajax di design untuk memudahkan kinerja dalam pembangunan sebuah aplikasi berbasis web dan Ajax. anda dapat menambahkan xajax pada code php anda. ada 7 kemudahan menggunakan xajax yaitu :


1. panggil xajax class library


sebelum menggunakan xajax yang terpenting adalah memanggil class dari xajax.
dimana anda tidak perlu membuat class-class yang rumit lagi.
require_once("xajax_core/xajax.inc.php");
2. memanggil object dari xajax


hal yang terpenting yang kedua adalah memanggil object dari class tersebut.
cara pemanggilan nya seperti terlihat dibawah ini:




$xajax = new xajax();

3. Gunakan function yang ada dalam class xajax.
function-function ini yang akan memparsing kebutuhan anda.
$xajax->registerFunction("myFunction")
4.menuliskan fungsi-fungsi PHP dengan menggabungkan fungsi-fungsi
yang ada didalam xajax.
function myFunction($arg)
{
// do some stuff based on $arg like query data from a database and
// put it into a variable like $newContent
$newContent = "Value of $arg: ".$arg;

// Instantiate the xajaxResponse object
$objResponse = new xajaxResponse();

// add a command to the response to assign the innerHTML attribute of
// the element with id="SomeElementId" to whatever the new content is
$objResponse->assign("SomeElementId","innerHTML", $newContent);

//return the  xajaxResponse object
return $objResponse;
}
5. sebelum hasil code ditampilkan, xajax akan menghandel request tersebut. jadi panggil function yangada didalam xajax tersebut.
$xajax->processRequest();





6. sedangkan untuk menghasilkan keluaran xajax akan memanggil dahulu fungsi javascript
dengan menggunakan perintah dibawah ini:




$xajax->printJavascript();

7. sekarang step terakhir yaitu memasukkan proses atau event ketika ada sebuah permintaan.
salah satu contoh ketika data akan di submit atau disimpan.
READ MORE - 10 Menit dengan Xajax

PENGUNAAN FUNGSI idate

idate() merupakan fitur pada php 5 yang berfungsi sebagai informasi tanggal dan waktu. ini sama halnya pada php sebelumnya yang menggunakan fungsi tanggal dan waktu menggunakan fungsi date(). Bedanya saja idate hanya mendukung satu parameter saja.

Sample script


beberapa format yang digunakan dalam fungsi date :
B internet time
d - hari di bulan
h - format jam dalam hitungan 12
H - format jam dalam hitungan 24
i - Menit
I - returns 1 if DST (daylight saving time) is activated, 0 otherwise
L - returns 1 for leap year, 0 otherwise
m - bulan dalam nilai
s - detik
t - Days in current month
U - Seconds since the Unix Epoch (January 1 1970 00:00:00 GMT)
w - Day of the week (Sunday=0)
W - ISO-8601 week number of year (week starts on Monday)
y - Year (1 or 2 digits)
Y - Year (4 digits)
z - Day of the year
Z - Timezone offset in seconds
Sampel script

Result

2006
READ MORE - PENGUNAAN FUNGSI idate

MEMBUAT INPUT SEDERHANA DENGAN PHP&MYSQL

Sebelum kita masuk kedalam session ini ada beberapa yang perlu di persiapkan untuk dapat menjalankan sesi ini antara lain :
  • WEB SERVER LOCAL
Server local ini berfungsi untuk menjalankan program berbasis web php dan Mysql . Tanpa web server kita tidak dapat menjalankan aplikasi ini tentunya. Untuk mendapatkan web server local ini ada beberapa program free yang dapat di download seperti Xampp, PHPtriad dan Dwebpro. Pada artikel kali ini kita akan menggunakan xampp server.
  • DEVELOPMENT EDITOR
Untuk membuat script kita juga memerlukan program editor seperti Notepad++ editor, Macromedia Dreamweaver, Wordpad dll.

Sekarang setelah semuanya dipersiapkan yang mesti kita lakukanadalah menjalankan terlebih dahulu server local yaitu xampp pada dekstop atauC:\xampp (direktori default)\ xampp-control.exe, lalu start Apache dan Mysql dengan menekan button start.
Proses selanjutnya yaitu jalankan browser IE 6 atau mozilla dengan memasukkan alamat address http://localhost/phpmyadmin/ , jika berhasil dan menampilkan phpmyadmin maka webserver telah berjalan dengan baik. Sekarang masuk ke language pilih bahasa indonesia.




Gambar 1.0


  • Create database
Untuk memembuat sebuah database masukkan nama database pada kolom
ciptakan database baru. Misal DB_Baru.
  • Create Table
Lakukan pembuatan Tabel didalam database DB_Baru, dengan cara mengisikan
kolom Ciptakan tabel baru pada database.
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `table_penduduk` (
`ID` smallint(6) NOT NULL auto_increment,
`Nama` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`Alamat` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`Telp` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`Jk` varchar(5) collate latin1_general_ci NOT NULL,
`ktp` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,
PRIMARY KEY (`ID`)
)
ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=1 ;

Anda dapat memasukkan pada SQL tab code diatas atau anda bisa menciptakan table tersebut secara manual dengan fungsi create table pada kolom Ciptakan tabel baru pada database. Sekarang buka script editor seperti Macromedia dreamweaver atau notepad untuk membuat koneksi ke database. seperti yang terlihat pada script seperti dibawah ini :
$localserver =”llocalhost” ;//alamat browser mis: http://localhost
$dbname =”DB_Baru”;
$user =”root”;//userdefaultdatabase phpmyadmin
$pass =” ” ;// password default.



$kondb=@mysql_connect ($localserver,$user,$pass);
$DBXins=@mysql_select_db($dbname, $kondb);
//cek bila koneksi berjalan
If(!$DBXins){
echo "MAAF, DATABASE KONEKSI MENGALAMI KENDALA.";
}
?>


Sekarang simpan script diatas dengan nama koneksi.php. script diatas telah berhasil dibuat, selanjutnya membuat script untuk halaman interface atau halaman muka.

NAMA

JK



ALAMAT

TELP

NO KTP









kemudian simpan dengan nama Form_penduduk.php. nah selesai pekerjaan kedua... sekarang pertanyaannya bagaimana agar data yang diisi pada form oleh pengunjung bisa tersimpan ke dalam database???? untuk menjawab pertanyaan ini lihat script dibawah ini kemudian simpan dengan nama Simpanpenduduk.php.


include "koneksi.php";

//buat variabel dari kolom-kolom yang akan dikirim

$nama = $_POST["nama"];
$alamat =$_POST["almt"];
$telp =$_POST["telp"];
$jk=$_POST["jk"];
$ktp =$_POST["ktp"];

//kemudian Masukkan kedalam database dengan fungsi INSERT pada SQL
//buat variabel

$SimpanSql="INSERT INTO table_penduduk
VALUES ('', '$nama','$alamat','$telp','$jk','$ktp')";

$query=mysql_query($SimpanSql);

if($query) {

echo "Berhasil memasukkan data kedalam database";

}else{

echo "gagal memasukkan data kedalam database";

}
?>

Proses selanjutnya yang dilakukan adalah masuk ke IE Browser atau Mozilla Browser lalu ketikan http://localhos/nama_folder_anda/Form_penduduk.php. isi data yang diminta pada kolom form lalu klik tombol simpan. selanjutnya jika data berhasil tersimpan kita dapat melihatnya di halaman phpmyadmin. semoga berhasil...
READ MORE - MEMBUAT INPUT SEDERHANA DENGAN PHP&MYSQL

MENAMPILKAN DATA DARI DATABASE

Artikel kali ini akan dibahas mengenai cara menampilkan data dari dalam database. dimana data yang telah tersimpan dari proses input dapat ditampilkan hasilnya di sebuah halaman web.
Ada beberapa aturan logika yang digunakan untuk menampilkan data dari dalam database seperti :
1. While
Penggunaan perintah While sering kali digunakan untuk menampilkan data. proses ini akan berjalan jika sebuah kondisi yang diminta bernilai benar atau kondisi yang diminta ada.
2. Do while
Penggunaan ini sama dengan perintah perulangan dengan While tetapi proses ini akan berjalan didalam kondisi tertentu. bila kondisi yang di tentukan telah terpenuhi maka akan bernilai true.
3. For
penggunaan perulangan ini lebih berfokus pada sebuah nilai, yang biasanya nilai yang digunakan adalah bertipe number  contoh $i=0;
4. Foreach
perulangan dengan menggunakan array. pada perintah perulangan ini kondisi adalah berupa array.
Untuk dapat memahami dan untuk memperjelas bagaimana penggunaan perintah diatas kita memerlukan sebuah tabel seperti terlihat dibawah ini :
A. TABEL SISWA
--------------------------------------------------------------
ID | No. Induk | Nama
--------------------------------------------------------------
01 |  00010200PK2        |  Akmal Nainggolan
--------------------------------------------------------------
02 |  00010100PK2        |  T. Napitupulu
--------------------------------------------------------------
Result # 2

Script Sample :

$kon=mysql_connect('localhost','root',' ');
$dbkon=mysql_db_connect("DB_SISWA",$kon);

$query=mysql_query("SELECT * FROM SISWA ORDER BY ID ASC);  

While ($frow  = mysql_fetch_array($query))
{        

echo " DATA SISWA YANG DITAMPILKAN
";

echo $frow[0] ."
";

echo $frow[1] ."
";

echo $frow[2] ."
";

}
?>
READ MORE - MENAMPILKAN DATA DARI DATABASE

PHP.ini Variable

Ketika membuat sebuah script php yang menangani sebuah variabel yang mengacu pada permintaan dari sebuah form html misalnya. terkadang kita tidak mengerti apa dan bagaimana sebuah variabel yang direquest berasal. nah, disini saya tunjukkan bagaimana setting variabel dan datang nya darimana  variabel yang dikirim. maka, bisa kita lihat pada configurasi dibawah ini.
Register_globals=Off
Meski dalam tahap pengembangan sebaiknya directive ini tidak diaktifkan. Sebagai ganti untuk pengambilan nilai variabel gunakan superglobal.
variables_order="GPCS"
variables_order="EGPCS"  (php versi baru)
Untuk menetapkan urutan variabel-variabel yang diregister PHP, yaitu: $_GET, S_POST, SCOOKIE dan S_SERVER
Register_argc_argv=Off
jika ini diaktifkan maka  parameter-parameter URL akan mudah ditangkap.
Magic_quotes_gpc=Off
Directive in menangani data GPC dan sebaiknya tetap di-disable.sebagai ganti untuk menangani tanda kutip gunakan fungsi dedicated database atau fungsi addslashes()
Magic_quotes_runtime=Off
Directive ini berfungsi untuk menangani data yang digenerate saat runtime. Contohnya data dari SQL dan fungsi exec()
READ MORE - PHP.ini Variable

PHP 5 Session

Ketika kita bekerja dengan sebuah aplikasi, kemudian kita membuka dan kemudian menutup aplikasi tersebut hal ini seperti sebuah session. komputer dapat mengetahui siapa kita. ini diketahui ketika kita memulai dan menutup aplikasi berbasis web. tetapi ada satu problem yaitu pada webserver tidak mengetahui siapa kita dan dari mana kita berasal, ini dikarena pada alamat HTTP tidak dapat menyimpan posisi yang ada sebelumnya.

Pada PHP hal yang seperti kejadian sebelumnya dapat diselesaikan dimana seluruh informasi yang dilakukan pada server memungkinkan hal itu dapat tersimpan contoh username, daftar penjualan dan lain sebagainya. kita dapat menggunakan fungsi session yang terdapat pada PHP. bagaimanapun, informasi yang terdapat pada session hanya bersifat sementara dan akan dihapus ketika user meninggalkan website tersebut.

Session bersifat uniq dari setiap pengunjung. jadi seandainya pengunjung bernama "afdel" maka session yang di miliki afdel adalah 1 dan selanjutnya begitu. uniq id akan di kirim dan disimpan pada cookies atau pada URL.
A. Memulai PHP SESSION
Sebelum kamu dapat menyimpan informasi pada session yang ada di php, terlebih dahulu jalankan session. dengan menggunakan session_start().
Script Sample :




page display.........


script diatas akan mendaftarkan session dari pengguna ke server yang memungkinkan informasi tersimpan, dan menetapkan UID (uniq ID) session berdasarkan user tertentu.
B. MENYIMPAN VARIABEL SESSION

Cara yang benar untuk menyimpan dan mengambil variabel session adalah dengan menggunakan variabel $ _SESSION PHP :

Script Sample :
session_start();
// store session data
$_SESSION['views']=1;
?>


//retrieve session data
echo "Pageviews=". $_SESSION['views'];
?>



Output :
Pageviews=1

Sekarang kita akan mencoba membuat sebuah script php view-page counter sederhana. untuk script terlihat dibawah ini :

Script Sample :
session_start();

if(isset($_SESSION['views']))
$_SESSION['views']=$_SESSION['views']+1;
else
$_SESSION['views']=1;
echo "Views=". $_SESSION['views'];
?>

pada isset() function digunakan untuk memeriksa apakah variabel view telah di set kedalam nilai. misal view set bernilai 1. jika views telah diset, maka kita dapat melakukan increment dari counter. misal 1..2..3...4. dst. sedangkan jika views tidak ada sebelumnya, kita membuat sebuah variabel views dan mensetnya menjadi 1.
C. MENGHAPUS SESSION
Untuk menghapus sesi yang telah tersimpan dapat kita lakukan dengan menggunakan unset() atau session_destroy()

unset($_SESSION['views']);
?>
Atau menggunakan :
session_destroy();
?>
READ MORE - PHP 5 Session

PHP.ini pada Session & Cookie

Kebanyakan programmer pemula tidak menegtahui secara baik bagaimana  session dan cookie  yang lebih aman tentunya. pada php session dan cookiedapat di configurasikan sesuai kebutuhan. sekarang coba lihat konfigurasi sesuai kebutuhan anda, dengan menggunakan pengertian yang tertera dibawah ini.

session.save_path="C:\nama_folder"
Tentukan lokasi yang aman untuk menyimpan data session. Apabila platform sistem operasi mendukung shared memory, isikan mm.
session.use_cookie=1
Nilai 1 pada option ini menyatakan bahwa modul akan menggunakan cookie untuk menyimpan id session client.
session.use_only_cookies=1
Untuk mencegah  penyerangan melalui parameter URL ketika bekerja dengan session maka aktifkan option ini.
session.auto_start=0
Disarankan agartidak menjalankan session secara otomatis, tetapi menggunakan  session_start()
READ MORE - PHP.ini pada Session & Cookie

Configurasi PHP INI Untuk Error handling & logging

ada konsepnya semua error dapat di tangani sesuai dengan settingan anda di php dot ini. sekarang settingan nya bagaimana? baiklah, saya akan berikan configurasi error dan log pada PHP di PHP dot ini.
error_reporting=E_ALL
Sebaiknya dalam tahap pengembangan ataupun deployment  anda mengeset semua level error.
display_errors=Off
Sangat disarankan anda tidak menampilkan pesan error yang di-genenrate oleh php, kecuali pada saat pengembangan.
log_error=On
direktive ini menyatakan apakah error akan ditulis ke file log atau tidak, sebaiknya ini diaktifkan untuk mengganti pesan error di browser.
error_log="C:\tmp"
sesuaikan dengan lokasi file dimana log error akan ditulis, ini memudahkan kita saat mentrace error.
READ MORE - Configurasi PHP INI Untuk Error handling & logging

PHP.ini Pada Perfomansi

register_long_arrays=Off
Nilai Off pada option ini akan mengakibatkan superglobal lama ($HTTP_*_VARS) tidak dikenal.
expose_php=Off
Option ini mengijinkan kita untuk menulis PHP di file dengan ekstensi lain misalnya .html, .htm. Ini menjadikan kode bisa di eksekusi lebih cepat oleh server.
session.gc_divisor=1000
Option ini untuk menetapkan nilai pembagi, dimana GC (Garbage Collection) akan dijalankan tiap request.
output_buffering=4096
Untuk meningkatkan performa, gunakan buffering output dan tetapkan nilai buffer 4096 Bytes (4KB)
READ MORE - PHP.ini Pada Perfomansi

PHP.ini pada batasan akses

PHP dapat dikonfigurasikan sesuai kebutuhan seperti keamanan contohnya. namun seringkali ini diabaikan oleh beberapa programmer-programmer baru ataupun mahir sekalipun. sekarang coba kita lakukan konfigurasi seperti dibawah ini agar semua script yang berjalan sudah baik tentunya serta aman.

disable_function=exec,system,popen,pro_open, passthru,fsockopen,ftp_connect,dl_open,mail,phpinfo
Option ini digunakan untuk men-disable fungsi-fungsi PHP. Fungsi-fungsi diatas yang sensitif berpeluang digunakan sebagai sarana penyerangan.
disable_classes=NamaClass
Gunakan option ini untuk memproteksi class yang sifatnya sensitif. Cara mengisi nilainya seperti disable_function,tanda koma sebagai pemisah.
enable_dl=Off
Option ini mengijinkan ekstensi-ekstensi di-load saat runtime. Selain terkait masalah sekuriti, ini juga dapat mengurangi performa.
allow_url_fopen=Off
Jika option ini di-disable maka remote file tidak diijinkan. Artinya kita tidak akan bisa mengakses objek  URL sebagai file.
extension_dir="C:\php5-1\ext"
Tetapkan lokasi file-file ekstensi (library) secara permanen melalui option ini.
file_uploads=Off
Upload file ke server seringkali menimbulkan masalah dan disarankan agar klien tidak diijinkan mengupload file. Bisa diganti mengggunakan FTP client.
safo_mode=On
Safe mode merupakan solusi yang coba memecahkan masalah-masalah sekuriti shared server. Jika ini diaktifkan maka akses ke filfe-file sensitif akan diperiksa terlebih dahulu.
READ MORE - PHP.ini pada batasan akses

Order By

Pada Query select kita dapat menambahkan perintah Order by. beberapa fungsi dan kegunaan order by dalam perintah select.
  • order by biasa digunakan untuk mensortir data dalam table.
  • order by memiliki bentuk default dengan sortiran secara ascending.

jika order by memiliki perintah atau fungsi default berupa sortiran dari atas kebawah atau ASCENDING. maka kita juga dapat menggunakan order by yang mensortir data dari bawah keatas yang biasa disebut DESCENDING.

SELECT column_name(s)
FROM table_name
ORDER BY column_name(s) ASC|DESC


sekarang saya memiliki data tabel "PERSON" dan didalam tabel ada field "AGE". jika saya ingin mesortir data tersebut maka kita dapat menggunakan perintah berikut :

ORDER BY AGE ASC atau ORDER BY AGE DESC

untuk contoh dalam script PHP untuk penggunaan ORDER BY sebagai berikut :

$con = mysql_connect("localhost","peter","abc123");
if (!$con)
{
die('Could not connect: ' . mysql_error());
}

mysql_select_db("my_db", $con);

$result = mysql_query("SELECT * FROM Persons ORDER BY age");

while($row = mysql_fetch_array($result))
{
echo $row['FirstName'];
echo " " . $row['LastName'];
echo " " . $row['Age'];
echo "
";
}

mysql_close($con);
?>


Hasilnya akan ditampilkan berdasarkan AGE, dan defaultnya adalah sortiran dari atas ke bawah atau ASC  .untuk merubah sortiran kita dapat menambahkan DESC di depan "AGE".
READ MORE - Order By

Perintah Clausa WHERE

Perintah "Where" biasa digunakan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria yang di minta atau di inginkan. kita membutuhkan perintah where agar setiap data yang benar-benar terkandung didalamnya dapat ditampilkan sesuai dengan kriteria. perintah dasarnya sebagai berikut :

SELECT column_name(s)
FROM table_name
WHERE column_name operator value


Untuk dapat di eksekusi oleh PHP maka kita membutuhkan fungsi mysql_query(). fungsi ini query yang dibuat untuk dapat terkoneksi ke database. sebagai contoh kita akan menampilkan baris atau row dari tabel person dimana clausa where adalah Firstname='peter'. sehingga ketika query dijalankan data yang ditampilkan adalah peter saja.


$con = mysql_connect("localhost","peter","abc123");
if (!$con)
{
die('Could not connect: ' . mysql_error());
}


mysql_select_db("my_db", $con);
$result = mysql_query("SELECT * FROM Persons
WHERE FirstName='Peter'");
while($row = mysql_fetch_array($result))
{
echo $row['FirstName'] . " " . $row['LastName'];
echo "
";

}
?>


Nah, jika kita ingin menampilkan data yang hampir mirip maka kita dapat menggunakan perintah LIKE dimana fungsi ini akan menampilkan identitas data yang hampir mirip. sebagai contoh dapat dilihat dalam script berikut ini.

>
$con = mysql_connect("localhost","peter","abc123");
if (!$con)
{
die('Could not connect: ' . mysql_error());
}


mysql_select_db("my_db", $con);
$result = mysql_query("SELECT * FROM Persons
WHERE FirstName LIKE '%Peter%'");
while($row = mysql_fetch_array($result))
{
echo $row['FirstName'] . " " . $row['LastName'];
echo "
";

}
?>
kita hanya merubah query equal seperti '=' menjadi FIRSTNAME LIKE '%Peter%'. query ini akan menampilkan data yang serupa. misal Peter, petruk, pendet.dll.
READ MORE - Perintah Clausa WHERE

CREATE DATABASE

Pada dasarnya database dapat dibuat menggunakan tools yang tersedia. seperti contoh bila kita menggunakan xampp atau phptriad sekalipun telah disediakan PHPMYADMIN sebagai tempat membuat database. Tapi, bagaimana jika tools yang kita miliki tersebut tidak ada. solusinya dapat mengunakan sintak dasar pada PHP.

sintak default:

CREATE DATABASE database_name
mengunakan sintak dasar tersebut sebagai berikut :
<?php
$con = mysql_connect("localhost","root","");
if (!$con) {
die('koneksi gagal: ' . mysql_error());
}
if (mysql_query("CREATE DATABASE my_db",$con))
{ echo "Database created"; }
else
{ echo " database gagal dibuat.: " . mysql_error(); }
mysql_close($con);

?>
wah, cukup panjang bukan code diatas...:)., code diatas memang diarahkan untuk melakukan koneksi ke database mysql. setelahkoneksi berhasil maka code akan melakukan pembuatan database dengan perintah Create database my_db. artinya my_db lah yang kan di buat sebagai database.
READ MORE - CREATE DATABASE

MENAMPILKAN DATA DARI DATABASE

Artikel kali ini akan dibahas mengenai cara menampilkan data dari dalam database. dimana data yang telah tersimpan dari proses input dapat ditampilkan hasilnya di sebuah halaman web. Ada beberapa aturan logika yang digunakan untuk menampilkan data dari dalam database seperti :
 
1. While
Penggunaan perintah While sering kali digunakan untuk menampilkan data. proses ini akan berjalan jika sebuah kondisi yang diminta bernilai benar atau kondisi yang diminta ada.
2. Do while
Penggunaan ini sama dengan perintah perulangan dengan While tetapi proses ini akan berjalan didalam kondisi tertentu. bila kondisi yang di tentukan telah terpenuhi maka akan bernilai true.
3. For
penggunaan perulangan ini lebih berfokus pada sebuah nilai, yang biasanya nilai yang digunakan adalah bertipe number  contoh $i=0;
4. Foreach
perulangan dengan menggunakan array. pada perintah perulangan ini kondisi adalah berupa array.
Untuk dapat memahami dan untuk memperjelas bagaimana penggunaan perintah diatas kita memerlukan sebuah tabel seperti terlihat dibawah ini :
A. TABEL SISWA
--------------------------------------------------------------
ID | No. Induk | Nama
--------------------------------------------------------------
01 |  00010200PK2        |  Akmal Nainggolan
--------------------------------------------------------------
02 |  00010100PK2        |  T. Napitupulu
--------------------------------------------------------------
Result # 2

Script Sample :

$kon=mysql_connect('localhost','root',' ');
$dbkon=mysql_db_connect("DB_SISWA",$kon);

$query=mysql_query("SELECT * FROM SISWA ORDER BY ID ASC);  

While ($frow  = mysql_fetch_array($query))
{        

echo " DATA SISWA YANG DITAMPILKAN
";

echo $frow[0] ."
";

echo $frow[1] ."
";

echo $frow[2] ."
";

}
?>
READ MORE - MENAMPILKAN DATA DARI DATABASE

MYSQL CONNECT

Sebelum kita mengakses data didalam database, kita harus membuat koneksi atau memberikan hubungan antara database dengan aplikasi nantinya. penggunaan sintak dasarnya sebagai berikut:

mysql_connect(servername,username,password);

ket:
mysql_connect() = sebagai penghubung database mysql yang kita miliki.
servername = sebagai nama server, cth 127.0.0.1 atau localhost.
username = sebagai username dari database. default biasanya "root".
password = sebagai password dari database. default biasanya kosong. sekarang bagaimana penggunaan sintaks dasar tersebut agar koneksi ke aplikasi berjalan.

$con = mysql_connect("localhost","root","");
if (!$con)
{
die('Koneksi tidak berhasil: ' . mysql_error());
}
// code aplikasi....
?>


saya akan terangkan sedikit mengenai source diatas.

step 1 :

$con = mysql_connect("localhost","root","");
digunakan untuk koneksi. jadi $con adalah variabel yang akan mempunyai isi koneksi.

step 2 :

if (!$con)
{
die('Koneksi tidak berhasil: ' . mysql_error());
}


digunakan untuk memeriksa apakah koneksi yang diwakilkan $con benar-benar berhubungan dengan database.jika tidak maka exit dengan sintak die(), artinya mematikan dan tidak menjalankan code dibawahnya. serta  mysql_error(); memberikan informasi mana yang salah atau penyebab koneksi gagal.
READ MORE - MYSQL CONNECT

MYSQL Pendahuluan

APA ITU MYSQL?

Mysql adalah  tempat penampungan data-data penting yang telah terorganisir atau biasa disebut dengan database sistem. Mysql database sama dengan kebanyakan database yang telah ada, namun Mysql sering kali digunakan oleh programmer webbase sebagai database pilihan karena mudahnya penggunaan Mysql serta opensourcenya database ini. Mysql Database dapat berjalan didalam operating sistem seperti LINUX, Windows, Netware, AIX dll. sementara dalam pengembangannya mysql sering digunakan bersamaan dengan PHP sebagai teman setianya.

MENGAPA MYSQL?

*  Database open source
*  Konsistensinya yang membuat kinerja menjadi cepat dan kehandalannya.
*  Sangat mudah menggunakannya.
*  Lebih High Availability.
*  Comprehensive Application Development
*  Memanagenya sangat mudah.
*  Harga yang cukup murah, dan lebih ke free.

Di mana Anda dapat memperolehnya?

* Anda bisa download di situs resmi mysql, mysql.com
* Anda bisa mendapatkan mysql yang dikemas dengan php seperti di AppServ
* Untuk aplikasi portabel, Anda dapat mencoba XAMPP
READ MORE - MYSQL Pendahuluan

TENTANG KAMI

Team itutorialgroup(ICGOS) adalah sebuah Team yang berdiri sejak 2008 sampai sekarang, yang memiliki banyak pengalaman dalam pengembangan di bidang IT (Information Technology). Kami memiliki tenaga-tenaga terampil dan gagasan-gagasan dalam pengembangan IT di indonesia. Banyak hal yang membuat Team kami tetap solid sampai sekarang, yaitu selalu memberikan kepercayaan kepada setiap client untuk dapat membangun sebuah sistem yang fleksibel. Sebagai Team IT Solution kami menyediakan layanan-layanan seperti pengembangan aplikasi sistem informasi manajemen berdasarkan kebutuhan perusahaan, konsultasi di bidang analisa system baik itu untuk sistem informasi manajemen maupun networking, pembuatan company website atau aplikasi lainnya yang berbasiskan web.

Siapa Saja Itutorialgroup?

Kami mempunyai team ahli dalam pengembangan yang terdiri dari Programmer PHP, Analyst Senior,Oracle DBA, Dokumentasi project, Networking, yang cakupannya cukup untuk membantu perusahaan atau yang membutuhkan tenaga kami.

Visi dan Misi Team ?

itutorialgroup Team memiliki beberapa misi dan visi untuk pembangunan system berbasis teknologi web 2.0 yang trend sekarang ini.

Misi
Menjadi Team pengembang yang bertaraf internasional yang selalu mengedepankan efisiensi terhadap setiap pelanggan sebagai mitra.

Visi :

1. Berupaya membangun sistem yang user friendly.
2. Tetap menjadi IT team yang dapat memberikan solusi terbaik bagi mitra.
3. membangun sumber daya manusia yang bijak dalam penerapan teknologi.
4. Selalu berupaya menciptakan nilai efisiensi terhadap seluruh entitas bisnis perusahaan
READ MORE - TENTANG KAMI

Share it!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Butuh Jasa Ini ?